Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Empty Nest dengan Kesejahteraan Subjektif

Nimas Tri Hariyanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Hariyanti, Nimas Tri. 2012. Hubungan Empty Nest dengan Kesejahteraan Subjektif. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Drs. Mochamad Bisri, M.Si,

 

Kata kunci: empty nest, kesejahteraan subjektif, ibu

 

Masa  menjadi  orang  tua  yang  identik  dengan  pengasuhan  anak  telah menyediakan  pemenuhan  dalam  kebutuhan  psikologis,  seperti  keterikatan, keterlibatan dalam aktifitas, kebermaknaan, dukungan, dan berbagai pengalaman yang  bersifat  positif.  Terpenuhinya  segala  kebutuhan  psikologis  tersebut berhubungan  erat  dengan  tingginya  kesejahteraan  subjektif  yang  dialami  oleh orang  tua. Permasalahan  yang  terjadi  adalah ketika  satu persatu anak-anak  telah dewasa  dan  mulai  pergi  dari  rumah.  Orang  tua  terutama  ibu  akan  merasakan empty  nest,  yaitu  suatu  perasaan  negatif,  seperti  kesedihan  dan  kesepian  yang terjadi akibat masa pengasuhan orang  tua  telah berakhir. Masa pengasuhan yang berakhir menyebabkan kebutuhan psikologis  yang didapatkan oleh orang  tuapun perlahan  akan  berkurang  dan  secara  tidak  langsung  keadaan  ini  mungkin  akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan orang tua. 

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui apakah empty nest berhubungan dengan  rendahnya  tingkat  kesejahteraan  subjektif  pada  ibu.  Penelitian menggunakan  pendekatan  kuantitatif  dengan  metode  penelitian  korelasional, subjek penelitian  ini adalah wanita  berusia 40-60  tahun dan memiliki anak  yang tidak  lagi  tinggal  serumah.  Lokasi  penelitian  berada  di  Desa  Talangagung Kepanjen  dengan  mengambil  sampel  sebanyak  70  orang  menggunakan  teknik sampling purposif.

Penelitian  ini  menggunakan  teknik  analisis  korelasi  Product  Moment Pearson  untuk  mengetahui  ada  hubungan  negatif  antara  empty  nest  dengan kesejahteraan  subjektif.

Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa  terdapat  hubungan negatif yang signifikan antara empty nest dengan kesejahteraan subjektif dimana semakin  tinggi  empty  nest  yang  dialami  oleh  ibu,  semakin  rendah  kesejahteraan subjektifnya, begitupun sebaliknya.

Berdasarkan  hasil  penelitian,  dapat  disarankan  kepada:  (1)  orang  tua, khususnya ibu yang mengalami empty nest, lebih aktif dalam segala kegiatan atau menjalani  hobi  untuk mengurangi  rasa  kesedihan  dan  kesepian  akibat  ketiadaan anak di  rumah  (2) anak, untuk  selalu menjalin komunikasi dengan orang  tuanya (3)  peneliti  selanjutnya  melakukan  penelitian  kualitatif  untuk  menggali  secara mendalam bagaimana empty nest dapat berhubungan dengan tingkat kesejahteraan subjektif pada orang tua.