Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kemampuan Coping Stres Pada Pengasuh Utama (Primary Caregiver) Penyandang Autis

Vica Destriana

Abstrak


ABSTRAK

 

Destriana, Vica. 2012. Kemampuan Coping Stres Pada Pengasuh Utama (Primary Caregiver) Penyandang Autis. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M. Si. (II) Pravissi Shanti, S. Psi., M. Psi.

 

Kata Kunci : Kemampuan Coping Stres, Pengasuh utama, Penyandang Autis.

 

Jumlah penyandang autis semakin meningkat setiap tahunnya. Minimnya tenaga medis yang tersedia, mahalnya biaya perawatan, juga diskriminasi terhadap penyandang autis dan keluarganya menjadi masalah tersendiri bagi pengasuh (caregiver) penyandang autis. Pengasuh (caregiver) adalah seseorang yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan perawatan kepada seseorang yang sakit secara mental, ketidakmampuan secara fisik, atau kesehatannya terganggu karena penyakit atau usia tua. Pengasuh (caregiver) dapat merasakan terisolasi secara sosial, kurangnya waktu untuk diri sendiri, sulit tidur, berat badan menurun, dan juga sakit kepala, yang semuanya itu ikut mempengaruhi fungsi dan relasinya terhadap penyandang autis itu sendiri. Oleh karena itu seorang pengasuh (caregiver) perlu mengembangkan kemampuan coping untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang timbul selama kegiatan caregiving agar kesejahtaraan dan kesehatannya tidak terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kemampuan coping stres para pengasuh utama (primary caregiver) terkait dengan masalah yang dialaminya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Peneliti menggunakan wawancara dan observasi sebagai metode pengambilan data, analisis data menggunakan teknik analisis data tematik, serta triangulasi digunakan dalam pengecekan keabsahan data. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yang merupakan pengasuh utama (primary caregiver) dari anak-anak yang terdiagnosis autis.

Temuan dalam penelitian ini yaitu pengasuh utama (primary caregiver) mengalami masalah selama melakukan kegiatan caregiving. Masalah yang dirasakan meliputi beberapa area dalam diri caregiver yakni masalah fisik, finansial, sosial, emosi, dan lingkungan. Dalam melakukan usaha coping untuk meminimalisir kadar stres yang timbul akibat masalah tersebut, ketiga subjek telah mampu mengenali stressor dengan baik, mampu menggunakan sumber coping yang tersedia, namun hanya mampu memilih respon yang adaptif untuk beberapa masalah saja. Sehingga output yang muncul menunjukkan ketiga subjek masih mengalami gejala-gejala seperti menurunnya kondisi fisik, dan juga kecemasan.

Adapun saran yang dapat diajukan terkait dengan penelitian ini adalah bagi para praktisi kesehatan diharapkan lebih memandang pengasuh (caregiver) sebagai bagian dari pasien yang juga memerlukan pelayanan kesehatan, dukungan, dan pendampingan. Para praktisi juga hendaknya lebih banyak membuat wadah bagi para pengasuh (caregiver) agar mereka dapat saling berbagi, memberi masukan satu sama lain, sehingga dapat menumbuhkan keyakinan positif dalam diri pengasuh (caregiver).