SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEBIASAAN BELAJAR SISWA AKSELERASI DAN SISWA REGULER DI SMA NEGERI 3 MALANG

NOOR EVA TURSHINA

Abstrak


ABSTRAK

 

Turshina, Noor Eva. 2010. Kebiasaan Belajar Siswa Akselerasi dan Siswa Reguler di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, FIP, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (2) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A.

 

Kata Kunci: Kebiasaan Belajar, Siswa Aselerasi, Siswa Reguler

 

Beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa kebiasaan belajar mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian yang dilakukan Steffe&Nesher, Grows, dan Surachmad (dalam Irawan, 1998) yang mengungkapkan bahwa hasil belajar dipengaruhi oleh kebiasaan belajar siswa. Untuk itu peneliti tergerak melakukan penelitian mengenai kebiasaan belajar yang dipusatkan pada siswa akselerasi dan siswa reguler, dimana kedua kelompok siswa tersebut memiliki banyak perbedaan antara lain pada kebiasaan belajarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebiasaan belajar siswa akselerasi dan reguler di SMA Negeri 3 Malang.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dengan metode deskriptif kuantitatif disesuaikan dengan tujuan penelitian ini, yaitu untuk memperoleh gambaran tentang variabel yang diteliti yaitu kebiasaan belajar siswa akselerasi dan siswa reguler. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 3 Malang. Sampel penelitiannya yaitu total sampling untuk kelas akselerasi, dan stratified random sampling untuk kelas reguler. Instrumen yang digunakan berupa skala dan angket terbuka kebiasaan belajar. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dengan cara klasifikasi dan juga persentase.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semua siswa akselerasi SMAN 3 Malang memiliki kebiasaan belajar yang baik atau tidak ada yang berkebiasaan belajar buruk. Sedangkan untuk siswa reguler SMAN 3 Malang pada umumnya memiliki kebiasaan belajar pada tingkat yang cukup baik. Dari hasil penelitian ini, terlihat bahwa kebiasaan belajar siswa akselerasi lebih baik dibandingkan kebiasaan belajar siswa reguler. Meskipun demikian, baik siswa akselerasi maupun reguler sama-sama memiliki masalah dalam belajar yang apabila tidak segera mendapat penanganan maksimal maka dikhawatirkan akan menumbuhkan kebiasaan belajar yang buruk. Masalah belajar yang banyak dialami semua siswa adalah konsentrasi belajar dan adanya rasa malas belajar.

Saran yang diajukan berdasarkan hasil penelitian: (1) konselor hendaknya memaksimalkan pemberian bimbingan belajar pada siswa, (2) orang tua sepantasnya mendampingi dan memantau anak dalam belajar, dan (3) peneliti lanjut sebaiknya mengembangkan penelitian pada populasi yang lebih besar agar diperoleh gambaran yang luas tentang kebiasaan belajar antara siswa akselerasi dan siswa reguler. Dengan demikian, penelitian mengenai kebiasaan belajar siswa ini akan semakin bermafaat bagi peningkatan mutu pendidikan.