SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN PERILAKU KONSUMTIF DENGAN HARGA DIRI SISWA SMA NEGERI SE KOTA MALANG

ANGGI PRATIWI PUTRI

Abstrak


ABSTRAK

 

Putri, Anggi Pratiwi. 2010. Hubungan Perilaku Konsumtif dengan Harga Diri Siswa SMA Negeri se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd dan (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd

 

Kata Kunci: Perilaku konsumtif, harga diri, siswa SMA.

 

Perilaku konsumtif merupakan suatu fenomena yang banyak melanda kehidupan masyarakat terutama yang tinggal di perkotaan. Fenomena ini menarik untuk diteliti mengingat perilaku konsumtif juga banyak melanda kehidupan remaja kota-kota besar yang sebenarnya belum memiliki kemampuan financial untuk memenuhi kebutuhannya. Remaja memang sering dijadikan target pemasaran berbagai produk industri, antara lain karena karakteristik mereka yang labil, spesifik dan mudah dipengaruhi sehingga mendorong munculnya berbagai gejala dalam perilaku membeli yang tidak wajar. Membeli dalam hal ini tidak lagi dilakukan karena produk tersebut memang dibutuhkan, namun membeli dilakukan karena alasan-alasan lain seperti sekedar mengikuti arus mode, hanya ingin mencoba produk baru, ingin memperoleh pengakuan sosial dan sebagainya.

Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai perilaku konsumtif dan harga diri siswa SMA Negeri se-Kota Malang serta untuk menguji adakah hubungan perilaku konsumtif dengan harga diri siswa SMA Negeri se-Kota Malang. Dengan diketahuinya beberapa hal tersebut maka dapat dijadikan bahan evaluasi dan masukan bagi pihak sekolah.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMA Negeri se-Kota Malang tahun ajaran 2010/2011. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling, diperoleh sampel penelitian dengan jumlah 167 orang. Instrumen penelitian ini berupa angket model skala Likert. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif (persentase) dan analisis korelasi product moment.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sangat sedikit (4,8%) siswa berperilaku sangat konsumtif, sangat banyak (89,2%) siswa berperilaku konsumtif dan sangat sedikit (6%) siswa berperilaku tidak konsumtif, (2) sangat sedikit (3,6%) siswa memiliki harga diri tinggi, sangat banyak (95,8%) siswa memiliki harga diri sedang dan sangat sedikit (0,6%) siswa memiliki harga diri rendah, (3) dari hasil pengujian hipotesis didapat rhitung (0,537) lebih besar dari rtabel (0,127) maka dinyatakan ada hubungan yang positif dan signifikan antara perilaku konsumtif dengan harga diri siswa SMA Negeri se-Kota Malang.

Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, disarankan pada konselor dan orang tua diharapkan lebih mengarahkan untuk berpikir dan bertindak rasional terhadap kegiatan yang menimbulkan perilaku konsumtif. Serta membimbing dan memberikan dukungan kepada putra-putrinya dalam bersosialisasi dengan teman sebaya yang sehat tanpa harus berperilaku konsumtif serta tidak membiasakan hidup bermewah-mewahan kepada putra-putrinya.  Konselor memberikan layanan yang relevan kepada siswa agar mereka dapat menerima keadaan diri tanpa memaksakan merubah penampilan hingga menimbulkan perilaku konsumtif yang berlebihan. Dan memberikan pengertian bahwa segala yang dilakukan seseorang tidak harus sama dengan apa yang dilakukan orang lain.