SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektivitas Dry Bed Training untuk Mengatasi Enuresis Nokturnal Anak Usia Sekolah Dasar

Nur Hidayati

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Hidayati, Nur. 2010. Efektivitas Dry Bed Training untuk Mengatasi Enuresis Nokturnal Anak Usia Sekolah Dasar. Skripsi, Program Studi Psikologi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Alwisol, M.Pd.,  (2) Nur Eva, S. Psi., M. Psi.

 

Kata kunci: dry bed training, enuresis nokturnal

 

Dry bed training adalah suatu pelatihan yang digunakan sebagai terapi pada anak yang mengalami enuresis nokturnal, yang dalam prosedurnya menggunakan detektor kencing, latihan kencing sebagaimana mestinya, serta pemberian reinforcement ketika perilaku yang diharapkan muncul. Enuresis nokturnal (enuresis nocturnal) merupakan peristiwa seorang anak kencing dalam keadaan tidur ketika anak seusianya seharusnya mampu menahan kencing dan ke toilet sendiri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas dry bed training untuk mengatasi enuresis nokturnal anak usia Sekolah Dasar.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah one-group pre test post test design. Subjek yang digunakan dalam penelitian berjumlah 5 orang (N=5). Analisis data keseluruhan subjek menggunakan uji wilcoxon. Uji wilcoxon memperoleh hasil sign < α (0,041 < 0,05), maka hipotesis diterima, dry bed training efektif untuk mengatasi enuresis nokturnal anak usia Sekolah Dasar. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa tatalaksana dry bed training sudah sesuai dengan teori dengan modifikasi pemberian kepingan bintang apabila perilaku yang diharapkan muncul. Dari lima subjek yang diberikan terapi, dua subjek dinyatakan sembuh dan yang lainnya mengalami penurunan frekuensi mengompol. Dua orang hanya mengalami satu kali mengompol saat posttest dan satu orang mengalami tiga kali mengompol.

Berdasarkan hasil penelitian dapat diberikan saran pada beberapa pihak diantaranya:  (1) subjek yang mengalami enuresis nokturnal dan memiliki keinginan kuat untuk sembuh serta bersedia menjalani terapi dengan teratur, maka dry bed training dapat digunakan sebagai terapi untuk mengurangi bahkan menyembuhkan perilaku mengompol, (2) orangtua diharapkan untuk lebih telaten membimbing anak dalam menjalani terapi, sehingga subjek dapat berangsur-angsur sembuh dari kebiasaan mengompol, (3) peneliti selanjutnya, diharapkan penelitian yang akan dilakukan selanjutnya lebih dipersiapkan. Persiapan-persiapan tersebut diantaranya mengenai jumlah sampel yang lebih besar, kontrol lingkungan yang lebih ketat, pembuatan detektor kencing yang lebih fleksibel, sehingga hasil dari dry bed training dapat lebih baik.