SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN SELF EFFICACY DAN KEMATANGAN DALAM MEMILIH KARIER SISWA AKSELERASI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI MALANG I

Septikasari .

Abstrak


ABSTRAK

 

Septikasari. 2010. Hubungan Self Efficacy dan Kematangan dalam Memilih Karier Siswa Akselerasi di MAN Malang I. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. H. M. Ramli, M.A dan (2) Drs. H. Widada, M.Si.

 

Kata Kunci: Self Efficacy, Kematangan dalam Memilih Karier

 

Penelitian Osipow yang menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi adanya kebingungan dan keragu-raguan ialah tidak adanya struktur kognitif siswa terhadap masalah karier. Tidak adanya struktur kognitif siswa terhadap masalah karier menyebabkan adanya kecenderungan untuk memilih pekerjaan yang bergengsi, terhormat, gaji besar, pekerjaan yang ringan, meskipun tidak sesuai dengan keadaan diri maupun lingkungan. Selain itu ada pula siswa yang belum mandiri dalam memilih karier. Mereka hanya mengikuti keinginan orang tua meskipun tidak sesuai dengan minat dan kompetensinya. Ketidakmandirian ini menunjukkan bahwa siswa dalam memilih karier tidak realistis dan belum matang karier. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui gambaran self efficacy yang dimiliki siswa akselerasi di MAN Malang I, (2) mengetahui gambaran kematangan dalam memilih karier yang dimiliki siswa akselerasi di MAN Malang I, dan (3) mengetahui bentuk hubungan antara self efficacy dengan kematangan karier siswa akselerasi di MAN Malang I.

Ditinjau dari tujuan dan sifat penelitian, maka penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif korelasional. Karena penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang variabel yang diteliti dan bersifat korelasi. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa akselerasi di MAN Malang I. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa skala self efficacy dan skala kematangan karier. Data dianalisis menggunakan teknik persentase dan uji regresi.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Sebesar 68,57 % siswa akselerasi di MAN Malang I memiliki self efficacy yang sedang, (2) Sebesar 65,71% siswa akselerasi di MAN Malang I memiliki kematangan karier yang sedang dan (3) Ada hubungan positif yang signifikan antara self efficacy dengan kematangan karier. Sebesar 63,0 % perubahan kematangan karier disebabkan oleh perubahan self efficacy dan sisanya 37,0 % disebabkan oleh faktor di luar perubahan self efficacy.

Saran yang diajukan berdasarkan hasil penelitian adalah: (1) mengingat sumbangan self efficacy sebesar 63 % terhadap kematangan karier, maka konselor mengadakan bimbingan kelompok bagi siswa akselerasi yang memiliki self efficacy yang tinggi. Sedangkan siswa yang mempunyai self efficacy rendah dan sedang,  konselor memberikan konseling kelompok, (2) Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa akselerasi di MAN Malang I memiliki kematangan karier sedang.  Tetapi konselor diharapkan mengadakan konseling karier bagi siswa yang memiliki kematangan karier rendah dan sedang. Dan bagi siswa yang memiliki kematangan karier yang tinggi, konselor mengadakan bimbingan karier, (3) Sumbangan self efficacy yang besar terhadap kematangan karier, seharusnya diimbangi dengan diperkuatnya prestasi belajar, persuasi sosial dan past experience dan (4) Pada penelitian lebih lanjut, disarankan pengambilan populasi dilakukan lebih luas agar  hasil penelitian dapat digeneralisasikan ke seluruh populasi yaitu seluruh siswa akselerasi.