SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI KASUS PENYESUAIAN SOSIAL PADA PASIEN YANG MENGALAMI DEPRESI PASCA STROKE

Nancy Margaretha Simanjuntak

Abstrak


ABSTRAK

 

Simanjuntak, Nancy Margaretha. 2010. Studi Kasus Penyesuaian Sosial pada Pasien yang mengalami Depresi Pasca Stroke. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hannurawan. M.Si, M.Ed., (2) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Psi

 

Kata kunci : penyesuaian sosial, depresi pasca stroke

 

Depresi pasca stroke merupakan salah satu masalah utama pasca stroke, dengan dimensi biologis dan psikososial yang kompleks. Terdapat sejumlah faktor yang menimbulkan depresi pasca stroke, salah satunya adalah aspek psikosial berupa penyesuaian terkait pasca stroke. Penderita stroke yang mengalami depresi pasca stroke mengalami kesulitan dalam penyesuaian di dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya. Hal ini terjadi karena keterbatasan mereka akibat stroke yang diderita sehingga mereka tidak dapat beraktivitas seperti sebelum terkena stroke.

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui penyesuaian social pasien sebelum terkena stroke, (2) Untuk mengetahui keadaan pasien yang mengalami depresi pasca stroke; (3) Untuk mengetahui penyesuaian sosial pasien yang mengalami depresi pasca stoke.

Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Berdasarkan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian, dipilih tiga subyek untuk menjadi subyek penelitian. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah: (1) wawancara mendalam, (2) Observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analis tematik. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah: (1) Ketekunan pengamatan,(2) Triangulasi sumber, (3) Kecukupan Refrensial.

Hasil penelitian yang diperoleh adalah: (1) Penyesuaian sosial pasien sebelum terkena stroke yaitu dapat berperilaku secara sosial dan dapat memainkan peran di dalam kehidupan sosialnya; (2) Keadaan pasien yang mengalami depresi pasca stroke yaitu: subyek mengalami penurunan minat dalam hampir semua aktivitas yang biasa dilakukan sebelum terkena stroke, subyek penelitian mengalami penurunan berat badan karena nafsu makan yang berkurang, subyek penelitian mengalami gangguan tidur insomnia, subyek penelitian mengalami respon yang lambat (agitasi), subyek penelitian mengalami rasa lelah yang berlebihan serta berkurangnya kemampuan untuk berkonsentrasi atau berpikir jernih; (3) Penyesuaian sosial pada pasien yang mengalami depresi pasca stroke yaitu ketiga subyek mengalami hambatan untuk berperilaku sosial dan untuk menjalankan perannya karena beberapa faktor penghambat yaitu keterbatasan fisik pasca stroke (gerak motorik yang lambat serta penurunan kemampuan berkomunikasi), faktor psikologis subyek serta faktor lingkungan subyek.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disarankan: (1) Pasien yang mengalami depresi pasca stroke dapat menerima kondisi dirinya secara utuh sehingga dapat berperilaku dan menjalankan perannya dalam masyarakat; (2) Keluarga dapat mendukung dan memotivasi pasien agar dapat melakukan penyesuaian sosial; (3) Bagi peneliti selanjutnya agar menambah jumlah subyek dengan kondisi dampak dan lingkungan pasien stroke yang berbeda sehingga diperoleh data yang lebih bervariasi.