SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

religiusitas remaja delinkuensi di SMA Islam Malang

Amelia Ayu Permatasari

Abstrak


ABSTRAK

 

Permatasari, Amelia Ayu. 2010. Religiusitas Remaja Delinkuensi di SMA Islam Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi, SE, M.Si. (II) Diyah Sulistiorini M.Psi

 

Kata Kunci : religiusitas, remaja, delinkuensi

 

Saat ini kenakalan remaja atau juvenile delinquency mulai marak ditemukan di mana saja. Banyak pakar merumuskan penyebab dan faktor pembentuk perilaku yang mulai marak ini serta mencari penanganan permasalahan ini. Salah satu aspek yang disoroti adalah rendahnya religiusitas yang dimiliki oleh remaja delikuen, sehingga tidak mampu mengontrol perilaku menyimpang tersebut. Disinilah penelitian akan difokuskan pada pengungkapan religiusitas yang terbentuk pada remaja delinkuensi di SMA Islam Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMA Islam Malang. Seluruh subyek didapatkan dengan metode Purpossive sampling. Kriteria subyek penelitian, yaitu: remaja usia 16-19 tahun, melakukan delinkuensi pada saat sekarang, merupakan siswa di SMA Islam Malang dan bersedia menjadi partisipan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan induksi, reduksi data, kategorisasi dan sintesisasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui cara (1) memperpanjang masa keikutsertaan peneliti di lokasi penelitian, (2) membandingkan data hasil wawancara dengan data hasil pengamatan, dan (3) triangulasi sumber yaitu mengkonfirmasikan data yang didapat dari subyek primer dengan subyek sekunder seperti guru BK dan teman satu geng,

Hasil penelitian ini mendapatkan tiga bentuk delinkuensi yang dilakukan pada lima remaja di SMA Islam Malang, yaitu delinkuensi situasional, sistematis, dan kumulatif. berdasarkan ketiga bentuk delinkuensi tersbut ditemukan dua tingkat delinkuensi yaitu biasa dan khusus. Faktor perilaku delinkuensi remaja membedakan religiusitas diantara remaja delinkuensi, terutama pada aspek pelanggaran. Peneltian ini menemukan tiga aspek religiusitas yang terjadi pada remaja delinkuensi di SMA Islam Malang, yaitu aspek ketahanan pada konflik, aspek pelanggaran, dan aspek konsekuensi. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada murid SMA Islam Malang, yaitu (1) Lebih banyak mengkaji ajaran dan nilai Islam dengan berdiskusi atau berdialog, (2) Berlatih menyelesaikan konflik yang terjadi dalam diri remaja dengan cara mengkaitkan antara masalah dan tuntunan dalam Islam. Disamping itu penanaman religiusitas pada remaja delinkuensi dengan cara berdialog bukan dengan cara dogmatis serta ancaman atau hukuman.