SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Perkembangan Sosioemosional dengan Perilaku Agresif Siswa Kelas VII dan VIII SMP Laboratorium UM

Arina Fithriyana

Abstrak


ABSTRAK

 

Fithriyana,  Arina.  2010.  Hubungan  Antara  Perkembangan  Sosioemosional dengan  Perilaku  Agresif  Siswa  Kelas  VII  dan  VIII  SMP  Laboratorium UM. Skripsi,  Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas  Ilmu Pendidikan,  Universitas  Negeri  Malang.  Pembimbing:  (I)  Dra.  Ella
Faridati Zen, M.Pd, (II) Drs. Moh. Bisri, M.Si.

 

Kata kunci: Perkembangan Sosioemosional, Perilaku Agresif.

 

Setiap manusia pasti melalui proses perkembangan dalam hidupnya. Siswa Sekolah Menengah Pertama adalah siswa yang berada pada rentang usia  remaja. Remaja  cenderung  belum  memiliki  kestabilan  emosi  padahal  ia  memiliki kebutuhan  yang  sangat  besar  untuk  diterima  oleh  teman  sebayanya.  Hubungan dengan  teman  sebaya  dan  ketidakstabilan  emosi  yang  ada  pada  dirinya  dapat mendorong  remaja  untuk  berperilaku  agresif. Oleh  kerena  itu,  siswa  yang  telah matang  perkembangan  sosioemosionalnya  diharapkan  mampu  menunjukkan hubungan yang baik dengan orang lain dan dapat mereaksi secara wajar terhadap rangsangan  yang  diberikan  orang  lain  sehingga  dapat  meminimalkan

kecenderungan berperilaku  agresif dalam dirinya. Penelitian  ini bertujuan  untuk mengetahui  (1)  gambaran  perkembangan  sosioemosional  siswa,  (2)  gambaran perilaku  agresif  siswa,  dan  (3)  hubungan  antara  perkembangan  sosioemosional dengan perilaku agresif siswa.

Rancangan  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian  ini adalah siswa kelas VII dan VIII SMP Laboratorium UM  pada  tahun  ajaran  2010/2011 dimana  kelas VII  terdiri  dari  5 kelas dan kelas VIII  terdiri dari 6 kelas. Pengambilan sampel pada penelitian  ini dengan  menggunakan  teknik  cluster  random  sampling  dimana  masing-masing tingkatan kelas diambil 1 kelas  sebagai  sampel penelitian. Data diambil dengan menggunakan  angket,  yaitu meliputi  angket perkembangan  sosioemosional  dan angket  perilaku  agresif.  Analisis  data  penelitian  dengan  menggunakan  teknik analisis statistik deskriptif dan teknik korelasi Product Moment. Sedangkan untuk pengujian  hipotesis,  dengan  menggunakan  nilai  probability  error.  Jika  nilai probability error > 0,05, maka Ho diterima. Begitu juga sebaliknya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa  sebagian besar  siswa kelas VII dan VIII  SMP  Laboratorium  UM  sudah  matang  perkembangan  sosioemosionalnya. Sedangkan untuk perilaku agresif, sebagian besar siswa cenderung kurang agresif. Sementara  itu,  dari  hasil  uji  korelasi  didapat  R  =  -0.364;  p  =  0,001.  Hal  ini menunjukkan bahwa p < 0.05  sehingga  dapat diartikan  terdapat hubungan yang negatif antara perkembangan sosioemosional dengan perilaku agresif siswa kelas VII  dan  VIII  SMP  Laboratorium  UM.  Arah  hubungan  yang  negatif  ini menunjukkan bahwa semakin matang perkembangan sosioemosional siswa, maka semakin berkurang tingkat perilaku agresifnya. Begitu  juga sebaliknya.

Berdasarkan  hasil  penelitian,  saran  yang  dapat disampaikan  antara  lain: konselor  sebaiknya berperan  aktif dalam membimbing  siswa memahami dirinya khususnya bagi siswa yang belum matang perkembangan sosioemosionalnya dan masih  agresif  perilakunya.  Layanan  yang  diberikan  dapat  berupa  layanan informasi,  layanan  individu,  layanan bimbingan kelompok, dan  lain  sebagainya.  Sedangkan  guru  matapelajaran,  hendaknya  mampu  memahami  siswa  dan memberikan  contoh  yang  baik  kepada  siswa  supaya  tidak  memicu  timbulnya perilaku yang tidak diharapkan di sekolah. Sementara itu, bagi peneliti selanjutnya yang  tertarik  dengan  penelitian  sejenis  dapat  melanjutkan penelitian  terhadap berbagai aspek perkembangan siswa yang menarik untuk di kaji.