SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Prestasi Belajar Praktikum Siswa Kelas X Jurusan Teknik Mesin di SMK Nasional Malang

Abdul Rochim

Abstrak


ABSTRAK

 

Rochim, Abdul. 2010. Hubungan antara Kematangan Emosi dengan Prestasi Belajar Praktikum Siswa Kelas X Jurusan Teknik Mesin di SMK Nasional Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd, (II) Drs. Hariadi Kusuma

 

Kata Kunci: Kematangan emosi, Prestasi belajar praktikum siswa SMK

 

Seiring dengan perkembangan jaman, maka perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan semakin berkembang. Pendidikan memiliki peranan penting dalam memperbaiki mutu sumber daya manusia dan kemajuan suatu bangsa hanya bisa dicapai melalui penataan pendidikan yang baik. Upaya peningkatan mutu pendidikan diharapkan dapat meningkatkan harkat serta martabat manusia Indonesia. Keberhasilan belajar di sekolah biasanya ditunjukkan dari prestasi yang membanggakan. Berhasil baik atau tidaknya belajar, tergantung kepada bermacam-macam faktor. Adapun faktor-faktor itu dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana tingkat kematangan emosi siswa kelas X Jurusan Teknik Mesin di SMK Nasional Malang, (2) bagaimana prestasi belajar praktikum siswa kelas X Jurusan Teknik Mesin di SMK Nasional Malang, dan (3) apakah ada hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dengan prestasi belajar praktikum siswa kelas X Jurusan Teknik Mesin Di SMK Nasional Malang

Subjek dalam penelitian ini berjumlah 87 orang. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah kematangan emosi (X), dan prestasi belajar (Y). Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik persentase dan analisis regresi sederhana.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 87 subyek penelitian terdapat 16 responden atau 18,39% yang mempunyai tingkat kematangan emosi dalam kategori sangat matang, 41responden atau 47,2% yang mempunyai tingkat kematangan emosi dalam kategori matang, 26 responden atau 29,9% yang mempunyai kematangan emosi kategori kurang matang, sedangkan responden yang mempunyai kematangan emosi kategori tidak matang berjumlah 4 responden atau 4,59%. Sedangkan untuk prestasi belajar, menunjukkan bahwa 74 siswa atau 85% mempunyai prestasi cukup baik, 6 responden atau 6,9% mempunyai prestasi baik, sedangkan responden yang mempunyai prestasi sangat baik sebanyak 7 responden atau 8,1%.

Berdasarkan hasil uji parsial untuk variabel kematangan emosi (X) diperoleh thitung = 22,176 dengan sigifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini berarti bahwa kematangan emosi merupakan faktor yang signifikan berpengaruh terhadap prestasi belajar praktikum siswa kelas X jurusan teknik mesin SMK Nasional Malang. Dilihat dari koefisien beta sebesar 0,853 menunjukkan bahwa kontribusi variabel kematangan emosi terhadap prestasi belajar mencapai 85,3%. Dengan demikian terbukti bahwa asumsi dalam penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dengan prestasi belajar praktikum siswa kelas X jurusan teknik mesin di SMK Nasional Malang.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan hendaknya pihak sekolah memperhatikan kondisi psikologi siswa khususnya masalah kematangan emosi siswa, untuk memacu prestasinya, sehingga menghasilkan lulusan berkualitas baik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.