SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Intensitas Menonton Sinetron dengan Perilaku Konsumtif Pada Siswa SekolaH Dasar

DEBORA PRIMAWATI WIDAYAT

Abstrak


 

ABSTRAK

 

Widayat, Debora Primawati. 2010. Hubungan antara Intensitas Menonton Sinetron dengan Perilaku Konsumtif pada Siswa Sekolah Dasar. Skripsi, Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si, (2) Nur Eva, M.Psi.

Kata Kunci: Perilaku konsumtif, intensitas menonton sinetron.

 

            Besarnya peran televisi bagi kehidupan masyarakat Indonesia saat ini mempengaruhi perilaku dan pola pikir pemirsanya melalui beragam acaranya. Sinetron yang ditayangkan hampir setiap hari di televisi sebagian besar menampilkan gaya hidup yang tidak sesuai dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Gaya hidup yang mewah dan hedonis yang digambarkan melalui sinetron-sinetron diduga melalui “imitative learning” mempengaruhi pola pikir dan perilaku anak-anak. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui intensitas menonton sinetron di televisi pada anak-anak, (2) untuk memperoleh gambaran mengenai perilaku konsumtif pada anak-anak, (3) untuk memperoleh gambaran mengenai hubungan antara intensitas menonton sinetron dengan perilaku konsumtif  pada anak-anak. 

Penelitian dalam skripsi ini merupakan penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SDK Mardiwiyata 2 Malang. Subyek penelitian memiliki  ciri-ciri  (1) siswa kelas V SD; (2) memiliki televisi di rumahnya; (3) menonton sinetron setiap hari; (4) menonton televisi minimal 1 jam setiap hari dan sampel penelitian sebanyak 49 orang. Data perilaku konsumtif diperoleh dengan Skala Perilaku Konsumtif  dan data intensitas menonton sinetron yang diperoleh dengan Kuesioner Intensitas Menonton Sinetron.

            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan intensitas menonton sinetron dengan perilaku konsumtif pada siswa sekolah dasar (rxy 0,477; p= 0,001 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas menonton sinetron dengan perilaku konsumtif. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa sebagian besar siswa memiliki intensitas menonton sinetron yang tergolong  cukup (75,51 %). Tingkat perilaku konsumtif sebagian besar siswa adalah tergolong cukup (77,55 %). Analisis menggunakan uji hipotesis yang dilakukan degan mengyunakan program SPSS 15 for windows.

            Berdasarkan hasil penelitian, disarankan  (1) bagi  anak-anak adalah agar memperhatikan tayangan yang dilihatnya di televisi, belajar membatasi jam menonton sinetron, belajar memperhatikan barang yang dibutuhkan, dan keputusan pembelian barang atau jasa; (2) bagi orangtua adalah dengan mendampingi anak-anak menonton acara televisi, mengalihkan tontonan anak-anak dari sinetron ke film-film edukatif. Kerana semakin tinggi intensitas menonton sinetron dapat diikuti dengan semakin tinggi pula perilaku konsumtif, demikian sebaliknya. Oleh karena itu, orangtua disarankan pula bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam menonton tayangan di televisi dan agar mempergunakan uang secara bijak. (3) bagi peneliti selajutnya disarankan agar melakukan penelitian secara lebih lengkap dan komprehensif. Dengan mengembangkan variabel-variabel lain yang mendukung penelitian ini yang berkaitan dengan intensitas menonton sinetron dengan perilaku konsumtif.