SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Efektifitas Teknik Relaksasi Fisik (Otot) Untuk Menurunkan Kecemasan Siswa Dalam Menghadapi UAS di SMAN 3 Malang

Dwi Sulistiyana

Abstrak


ABSTRAK

 

Sulistiyana, Dwi. 2010. Keefektifan Teknik Relaksasi (Otot) Untuk Menurunkan Kecemasan Siswa dalam Menghadapi UAS di SMA Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd, (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd.

 

Kata kunci: Kecemasan, teknik relaksasi, UAS

 

Siswa kelas X di SMAN 3 Malang dalam menghadapi UAS dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru sekolah SMAN 3 Malang. Siswa dapat memperlihatkan perilaku yang tidak tepat, sehingga dapat menghambat proses belajar dan mengajar serta dapat menganggu siswa dalam menghadapi ujian. Perilaku tidak tepat tersebut di antaranya sumber kecemasan dalam menghadapi ujian. Kecemasan merupakan suatu perasaan yang tidak menyenangkan yang dapat mengganggu keadaan fisik dan psikis seseorang. Kecemasan tersebut dapat dilihat dengan adanya perubahan fisik dan psikis. Perubahan fisik, misalnya individu mengalami gemetar, tidak dapat tidur, berdebar-debar, gugup, keluar keringat, serta ciri-ciri lainnya. Sedangkan perubahan psikis yang berwujud gejala-gejala kejiwaan seperti tegang, bingung, khawatir, sukar konsentrasi, dan perasaan tidak menentu. Mengatasi masalah tersebut diperlukan bantuan yang efektif untuk menurunkan atau meminimalisir kecemasan siswa kelas X di SMAN 3 Malang dalam menghadapi UAS, yaitu teknik relaksasi. Teknik relaksasi merupakan teknik yang dapat membantu seseorang untuk mengurangi ketegangan kejiwaan dengan cara mengubah pikiran individu yang tidak rasional menjadi rasional melalui suasana yang lebih menyenangkan, menenangkan, dan mengembirakan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pelaksanaan teknik relaksasi untuk menurunkan kecemasan siswa dalam menghadapi UAS di SMAN 3 Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen kuasi (quasy experimental design), subjek penelitian ini adalah siswa kelas X di SMAN 3 Malang yang berjumlah 223. Dari 223 diambil 10 orang siswa sebagai kelompok eksperimen yang dipilih berdasarkan pengisian angket yang memiliki nilai kecemasan tertinggi, apabila subjek yang tidak hadir dalam pelatihan relaksasi sebanyak 3 kali pertemuan subjek dikatakan gugur.

Untuk menganalisis data menggunakan statistik inferensial nonparametrik, yaitu: uji two related samples test Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan siswa sebelum dan setelah relaksasi pada kelompok eksperimen.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik relaksasi efektif untuk menurunkan kecemasan siswa dalam menghadapi UAS di SMAN 3 Malang yang dibuktikan dengan nilai yang diperoleh dari uji Wilxocon sebesar (Z = -2.371a) dengan signifikansi (0.018.< 0.05).

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan kepada: 1) konselor: dalam menerapkan teknik relaksasi harus mempertimbangkan hal-hal seperti: kesiapan konselor, kesiapan siswa, ketersedian waktu, ketersedia media, memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik relaksasi dalam membantu siswa yang mengalami kecemasan sesuai dengan prosedur dengan melakukan pengecekan lamanya frekuensi pertemuan. 2) siswa dalam mempraktekkan teknik relaksasi diharapkan memiliki keseriusan atau kesugguhan dalam mengikuti teknik relaksasi untuk mencapai relaks. 3) peneliti selanjutnya yang tertarik dengan penelitian yang sejenis diharapkan dapat menggunakan teknik dan media yang sama dengan menambah variabel pembeda pada sampel penelitian, melakukan pengecekan lamanya frekuensi pertemuan, diperlukan ketelitian dalam melakukan pengamatan atau kontrol terhadap berbagai gejala yang muncul agar hasil yang dicapai maksimal, dan subjek/sampel penelitian dapat dilakukan di tempat yang berbeda.