SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI ANAK TERHADAP KETERBUKAAN ORANG TUA DENGAN KEMATANGAN EMOSI PADA REMAJA PERTENGAHAN

Elisabeth Pramuningtyas Harsanty

Abstrak


ABSTRAK

 

Harsanty, Elisabeth. Pramuningtyas. 2010. Hubungan Antara Persepsi Anak terhadap Keterbukaan Orang Tua Dan Kematangan Emosi Pada Remaja Pertengahan. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M. Ed (II) Diyah Sulistyorini, S.Psi., M.Si.

 

Kata Kunci: persepsi anak keterbukaan orang tua, kematangan emosi, remaja pertengahan.

 

Masa remaja merupakan suatu masa di mana ketegangan emosi meninggi terutama berada di bawah tekanan sosial dan menghadapi kondisi baru. Remaja pertengahan dikatakan telah mencapai kematangan emosi bila tidak meluapkan emosinya dihadapan orang lain, menilai situasi kritis, dan memiliki reaksi emosi stabil. Kematangan emosi sangat dibutuhkan keterbukaan orang tua dalam pembentukan emosinya.

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti: (1) Untuk mendeskripsikan keterbukaan orang tua pada remaja pertengahan. (2) Untuk mendeskripsikan kematangan  emosi pada remaja pertengahan. (3) Untuk mendeskripsikan hubungan antara keterbukaan orang tua dan kematangan emosi pada remaja pertengahan.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI usia remaja pertengahan di SMAK Cor Jesu Malang sebanyak 150 orang, subyek ujicoba 30 orang dan subyek penelitian 120 orang. Subyek mengisi skala keterbukaan orang tua dan skala kematangan emosi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dan analisis korelasi product moment pearson.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa  keterbukaan orang tua pada remaja pertengahan termasuk dalam kategori tinggi sebesar 48,333%, dan kematangan emosi pada remaja pertengahan termasuk kategori tinggi sebesar 59,167%. Selain itu juga terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keterbukaan orang tua dan kematangan emosi pada remaja pertengahan (r = 0,537; p = 0,000; p