SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA PROFESIONALISME GURU DAN ATRIBUSI GURU DENGAN SIKAP GURU TERHADAP UJIAN NASIONAL

Baquandi Lutvi Yoseanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Yoseanto, Baquandi Lutvi. 2010. Hubungan Antara Profesionalisme Guru dan Atribusi Guru dengan Sikap Guru Terhadap Ujian Nasional. Skripsi, Program Studs Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Alwisol, M.Pd., (II) Nur Eva, S.Psi., M.Psi.

 

Kata kunci: profesionalisme, guru, atribusi, sikap, ujian nasional.

 

Penelitian ini diadakan karena dua fenomena yang terjadi di masyarakat. Fenomena pertama adalah kondisi tingkat profesionalisme guru yang rendah. Fenomena kedua adalah kontroversi tentang perlu tidaknya diselenggarakan Ujian Nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara: (1) profesionalisme guru dengan sikap guru terhadap Ujian Nasional; (2) profesionalisme guru dengan atribusi kemampuan, atribusi usaha, atribusi tugas, dan atribusi nasib; (3) atribusi kemampuan, atribusi usaha, atribusi tugas, dan atribusi nasib dengan sikap guru terhadap Ujian Nasional; (4) profesionalisme guru dan atribusi kemampuan, atribusi usaha, atribusi tugas, dan atribusi nasib dengan sikap guru terhadap Ujian Nasional.

Rancangan penelitian ini adalah penelitian korelasional. Teknik pengambilan sampel adalah group sampling. Besarnya sampel adalah 32 orang guru SMKN 3 Blitar. Instrumen penelitian terdiri dari angket profesionalisme guru, inventors atribusi guru, dan skala sikap guru terhadap Ujian Nasional. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis korelasional, dan analisis jalur.

Hasil dari penelitian ini adalah: (1) ada korelasi antara profesionalisme guru dengan sikap guru terhadap Ujian Nasional. Nilai rxy = 0,694, signifikan pada 0,000; (2) ada korelasi antara profesionalisme guru dengan atribusi kemampuan (r = 0,750, sig 0,000) dan atribusi nasib (r = -0,614 sig 0,000) dan tidak ada korelasi dengan atribusi usaha (r = -0,089 sig 0,629) dan atribusi tugas (r = -0,137 sig 0,456); (3) ada korelasi antara atribusi kemampuan (r = 0,593 sig 0,000) dan atribusi nasib (r = -0,464 sig 0,008) dengan sikap guru terhadap Ujian Nasional, dan tidak ada hubungan antara atribusi usaha (r = -0,094 sig 0,610) dan atribusi tugas (r = -0,117 sig 0,524) dengan sikap guru terhadap Ujian Nasional; (4) Analisis Jalur antara Profesionalisme Guru dan Atribusi Kemampuan dengan Sikap Guru terhadap Ujian Nasional adalah sebagai berikut. Nilai Standardized Coefficients Beta profesionalisme guru → atribusi kemampuan sebesar 0,750 (jalur 1) dan signifikan pada 0,000. Nilai eror jalur 1 yaitu e1 = √(l - 0,562) 0,662. Nilai Standardized Coefficients Beta profesionalisme guru → sikap guru terhadap ujian nasional (jalur 2) sebesar 0,569 dan signifikan pada 0,008. Nilai Standardized Coefficients Beta atribusi kemampuan → sikap guru terhadap ujian nasional (jalur 3) sebesar 0,167 dan signifikan pada 0,411. Nilai eror jalur 2 dan jalur 3 yaitu e2 = √(l - 0,493) = 0,712. Total pengaruh = 0,569 + (0,750 x 0,167) = 0,694. Analisis Jalur antara Profesionalisme Guru dan Atribusi Nasib dengan Sikap Guru Terhadap Ujian Nasional adalah sebagai berikut. Nilai Standardized Coefficients Beta profesionalisme guru → atribusi nasib (jalur 1) sebesar -0,614 dan signifikan pada 0,000. Nilai eror jalur 1 yaitu el = √(1 - 0,376) = 0,790. Nilai Standardized Coefficients Beta profesionalisme guru → sikap guru terhadap ujian nasional (jalur 2) sebesar 0,566 dan signifikan pada 0,001. Nilai Standardized Coefficients Beta atribusi nasib → sikap guru terhadap ujian nasional (jalur 3) sebesar -0,061 dan signifikan pada 0,720. Nilai eror jalur 2 dan jalur 3 yaitu e2 = √(1 - 0,484) = 0,718. Total pengaruh = 0,656 + (-0,614 x -0,061) = 0,694.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan bagi peneliti diharapkan membuat instrumen atribusi guru pada masa yang akan datang dalam bentuk terpisah untuk mengatasi kelemahan bentuk instrumen ispatif yang sudah digunakan. Bagi guru yang mempunyai atribusi kemampuan, atribusi usaha, atribusi tugas maupun nasib agar bisa lebih memahami dirinya untuk mengajar secara optimal kepada anak didiknya. Bagi pihak sekolah dan universitas diharapkan memahami bahwa guru atau calon guru mempunyai atribusi yang berbeda-beda yang menyebabkan dan disebabkan oleh kondisi tertentu. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik terhadap penelitian mengenai hubungan antara profesionalisme guru dan atribusi guru dengan sikap guru terhadap Ujian Nasional dapat menjadikan penelitian ini sebagai referensi dalam melakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan faktor-faktor lain dengan mengembangkan instrumen yang telah ada.