SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN INTENSITAS BERJILBAB DENGAN PERCAYA DIRI DITINJAU DARI JENIS JILBAB (JILBAB MODIS, JILBAB LEBAR, JILBAB CADAR)

Cepiarni Anggi Lutviandewi

Abstrak


ABSTRAK

 

Lutviandewi, Cepiarni Anggi. 2010. Hubungan   Intensitas  Berjilbab Dengan  Percaya  Diri   Ditinjau Dari Jenis Jilbab (Jilbab Modis, Jilbab Lebar, Jilbab Cadar). Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si, (II) Ninik Setiyowati,  S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci: Intensitas berjilbab, Percaya diri, Jenis jilbab.

 

Saat ini banyak mahasiswi yang mengunakan jilbab dengan intensitas yang berbeda-beda, selain itu juga menggunakan jenis jilbab yang bervariasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) gambaran intensitas berjilbab, (2) gambaran percaya diri, (3) hubungan antara intensitas berjilbab dengan percaya diri mahasiswa UM. Desain yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan subyek sebanyak 60 mahasiswi UM yang diambil dengan teknik Random Sampling. Data intensitas berjilbab dikumpulkan dengan skala intensitas berjilbab (koefisien validitas item antara 0,323 sampai 0,845 dan koefisien relibialitas dengan menggunakan rumus alpha Cronbach diperoleh skor 0,957), dan data percaya diri dikumpulkan dengan skala percaya diri (koefisien validitas item antara 0,301 sampai 0,788 dan koefisien reliabilitas item 0,903). Hasil penelitian yang diperoleh dianalisis dengan teknik Korelasi Product Moment menunjukkan bahwa ada hubungan antara intensitas berjilbab dengan percaya diri (rxy = 0,769 sig = 0,000 < 0,05). Artinya, semakin tinggi intensitas berjilbab maka semakin tinggi percaya dirinya, sebaliknya semakin rendah intensitas berjilbab semakin rendah pula percaya dirinya. Hasil analisis deskriptif menunjukkan sebanyak 11 orang (18,33%) mahasiswi yang berjilbab mempunyai tingkat intensitas berjilbab sangat tinggi, 35 orang (58,33%) termasuk kategori tinggi, 11 orang (18,33%) termasuk  kategori rendah dan 3 orang (5%) termasuk sangat rendah dan mahasiswi yang berjilbab mempunyai tingkat  percaya diri sangat tinggi 6 orang (10%), 48 orang (80 %) kategori tinggi, 6 orang (10%) kategori rendah dan 0 orang (0%) sangat rendah. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi mahasiswi sebaiknya motivasi dan minat dalam hal memakai jilbab hendaknya atas kesadaran pribadi sehingga ia lebih percaya diri dengan memakai jilbab jenis apapun. Dari pihak UM sebaiknya mengadakan suatu seminar tentang pentingnya berjilbab sesuai syariat islam dan pelatihan yang bertema tentang bagaimana meningkatkan percaya diri mahasiswa.