SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

studi tentang motivasi siswa masuk jurusan bahasa sebagai kelompok minoritas di sekolah menengah atas (studi multikasus di sman 1 malang)

DIAN PARAMITA PRATIWI

Abstrak


ABSTRAK

 

Pratiwi,  Dian  Paramita.  2010.  Studi  Tentang  Motivasi  Siswa  Masuk  Jurusan Bahasa  Sebagai  Kelompok Minoritas  di  Sekolah Menengah  Atas  (Studi Multi Kasus di SMAN 1 Malang). Skripsi.  Jurusan Bimbingan Konseling dan  Psikologi,  Fakultas  Ilmu  Pendidikan,  Universitas  Negeri  Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si, (II) Dr. Nur Hidayah, M.Pd.

 

Kata kunci: motivasi, jurusan Bahasa, minoritas

 

Penjurusan  di  SMA  merupakan  program  yang  penting  dan  kompleks dalam  keseluruhan  sistem  pendidikan  di  sekolah. Dalam melaksanakan  program penjurusan harus diperhatikan beberapa aspek yang  tidak dapat dipisahkan, yaitu bakat, minat, dan  intelegensi siswa. Berkaitan dengan hal  ini, kurikulum Sekolah Menengah  Atas  memiliki  program  pengajaran  umum  dan  khusus.  Program pengajaran umum meliputi semua bidang studi yang dipelajari di SMA. Program pengajaran  khusus  terdiri  dari  program  Ilmu  Pengetahuan  Alam,  Ilmu Pengetahuan  Sosial,  dan  Bahasa.  Di  antara  ketiga  program  khusus/jurusan tersebut, terdapat kesenjangan yang tampak sangat nyata. Jurusan IPA, selama ini menjadi bintang dan paling banyak diminati, disusul kemudian  jurusan  IPS, dan yang  terakhir adalah  jurusan Bahasa,  yang oleh  sebagian besar orang dipandang negatif dan cenderung dianaktirikan. Di antara pandangan negatif tentang jurusan Bahasa, masih ada sedikit siswa yang tertarik masuk jurusan Bahasa. Berdasarkan fenomena  ini, peneliti menetapkan  fokus penelitian  tetang motivasi  siswa masuk jurusan Bahasa, yang merupakan kelompok minoritas di Sekolah Menengah Atas, utamanya di SMAN 1 Malang.

Penelitian  ini  dilaksanakan  di  SMAN  1 Malang,  dengan mengambil  tiga orang  siswa  jurusan  Bahasa  sebagai  sebjek  penelitian  pada  awalnya.  Setelah penelitian  berlangsung,  salah  seorang  subjek  tampak  kurang mau  bekerja  sama dengan peneliti, berkaitan dengan proses pengumpulan data,  sehingga penelitian terhadap  subjek  tersebut dihentikan, dan pada  akhirnya penelitian mengulas dua kasus dari dua subjek penelitian yang masih memenuhi syarat. Peneliti mengambil lokasi  di  SMAN  1 Malang  karena  dilihat  dari  jumlah  siswanya,  keminoritasan jurusan Bahasa sangat tampak. Dari keseluruhan siswa tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 848 siswa, 321 siswa belum melaksanakan penjurusan (38%), 408 siswa memilih  jurusan  IPA  (48%),  108  siswa memilih  jurusan  IPS  (13%),  dan  hanya 11 siswa memilih jurusan Bahasa (1%).

Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  kualitatif,  dengan  teknik pengumpulan  data  wawancara,  observasi,  dan  studi  dokumentasi.  Berdasarkan perbedaan karakteristik subjek dan kasus, penelitian ini menggunakan desain studi multi kasus  (multi-case  studies). Untuk membuktikan keabsahan data, dilakukan teknik pemeriksaan yang didasarkan atas  sejumlah kriteria  tertentu, yaitu derajat credibility  (kepercayaan),  transferability  (keteralihan),  confirmability  (kepastian) dan dependability (ketergantungan).

Berdasarkan  data  yang  diperoleh  di  lapangan, motivasi  yang mendorong siswa masuk jurusan Bahasa berasal dari diri sendiri, meliputi, minat, kemampuan dan  kemauan  untuk  mengembangkan  diri,  serta  berasal  dari  luar  diri,  meliputi dorongan  dari  orang-orang  terdekat,  meliputi  keluarga,  teman,  pengajar,  dan konselor  di  sekolah. Adapun  tingkatan  kebutuhan  yang mendasari  siswa masuk jurusan Bahasa adalah kebutuhan kognitif atas pengetahuan dan pemahaman, serta kebutuhan akan aktualisasi diri.

Berdasarkan  hasil  penelitian  ini,  disarankan  kepada  pihak  sekolah  untuk memberikan  perlakukan  yang  sama  terhadap  semua  jurusan  yang  dibukanya, terutama  berkaitan  dengan  fasilitas  yang  disediakan  untuk  sarana  pembelajaran dan penghargaan yang diberikan kepada siswa sebagai motivasi untuk belajar dan berkembang.  Selanjutnya  diharapkan  seluruh  siswa  dapat  berkembang  dengan optimal, sesuai dengan bidang kemampuan mereka masing-masing.