SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Pengelolaan Hasil Need Assessment Berbasis Teknologi Informasi di SMA Shalahuddin Malang.

NIKEN PUSPITASARI

Abstrak



ABSTRAK

 

Puspitasari, Niken. 2010. Pengembangan Model Pengelolaan Hasil Need Assessment Berbasis Teknologi Informasi di SMA Shalahuddin Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan konseling dan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Henny Indreswari, M. Pd. (II) Drs. Djoko Budi Santoso

 

Kata Kunci: Pengembangan, Pengelolaan, Hasil Need Assessment, Teknologi Informasi

 

Pelaksanaan assessmen di sekolah di samping memerlukan penguasaan, praktik dan sintesis juga sangat menyita waktu dan tenaga konselor di sekolah. Oleh karena itu, dimungkinkan untuk untuk menggunakan komputer sebagai alat bantu assessment untuk memperlancar kegiatan assessment tersebut.

Tujuan dikembangkannya pengembangan model pengelolaan hasil  need assessment  berbasis TI adalah untuk menghasilkan aplikasi instrumentasi bimbingan dan konseling berbasis TI yang dapat digunakan untuk pengelolaan hasil  need assessment  siswa. Dengan adanya pengelolaan  need assessment berbasis TI dapat membantu konselor dalam pemetaan kebutuhan siswa.

Penelitian dilakukan di SMA Shalahiddin Malang. Rancangan yang digunakan adalah rancangan penelitian pengembangan menggunakan model pengembangan dari Borg dan Gall (1983). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 85 siswa yang terdiri dari 47 siswa kelas X, serta 38 siswa kelas XI. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap uji lapangan awal dan tahap uji lapangan utama. Uji lapangan awal dilakukan kepada kelompok siswa, ahli bimbingan dan konseling, ahli informasi teknologi, konselor, sedangkan uji lapangan utama dilakukan kepada sekolompok siswa SMA kelas X, XI.

Berdasarkan hasil uji lapangan awal didapatkan 38 butir item pernyataan yang valid dan tiga pernyataan tidak valid sehingga pernyataan-peryataan tersebut harus diperbaiki. Karena dari uji lapangan awal sudah dilakukan revisi terhadap produk maupun pernyataan-pernyataan yang tidak valid, maka di dalam penelitian utama semua pernyataan need assessment dinyatakan valid.

Dengan adanya pengembangan model pengelolaan hasil need assessment berbasis TI ini, disarankan agar konselor dapat memanfaatkan pengelolaan hasil need assessment berbasis TI untuk pemetaan kebutuhan siswa.