SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Orientasi Objek Lekat Aman Anak Prasekolah Pada Ayah dan Ibu yang Bekerja di Unit Usaha Cinta Manis Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara VII Sumatera Selatan

Elsy Arifa Wulandini

Abstrak


ABSTRAK

 

Wulandini, Elsy Arifa. Perbedaan Orientasi Objek Lekat Aman Anak Prasekolah Pada Ayah dan Ibu yang Bekerja di Unit Usaha Cinta Manis Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara VII Sumatera Selatan. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si. (II) Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Psi.

 

Kata Kunci: Perilaku lekat aman, ayah dan ibu yang bekerja, objek lekat anak.

 

   Masa kanak-kanak merupakan tugas perkembangan yang terpenting dan tersulit, dimana kelekatan anak terhadap objek lekat terjadi, biasanya antara ibu dan anak. Namun dewasa ini, para orangtua dipaksa mampu memenuhi kebutuhan hidup, sehingga para ibu pun berkarier dalam dunia kerja bersama ayah. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui perbedaan orientasi objek lekat aman anak pada ayah dan ibu yang bekerja: (a) mengetahui gambaran perilaku lekat aman anak pada ayah yang bekerja; (b) mengetahui gambaran perilaku lekat aman anak pada ibu yang bekerja; (2) mengetahui perbedaan orientasi objek lekat aman anak pada ayah dan ibu yang bekerja ditinjau dari perbedaan usia anak: (a) mengetahui gambaran perilaku lekat aman ditinjau dari usia anak pada ayah yang bekerja; (b) mengetahui gambaran perilaku lekat aman ditinjau dari usia anak pada ibu yang bekerja. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif-komparatif pada subjek 32 pasang ayah-ibu yang bekerja dan memiliki anak usia prasekolah di Unit Usaha Cinta Manis Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara VII Sumatera Selatan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan skala perilaku lekat model Likert, kemudian dianalisis dengan uji statistik komparatif wilxocon signed rank serta kruskal wallis dan two-sample kolmogorof smirnof. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) tidak ada perbedaan orientasi objek lekat aman anak pada ayah dan ibu (Z= -0,751 Sig. 0,453): (a) perilaku lekat aman anak pada ayah sebagian besar berada dalam klasifikasi tinggi 78,125%; (b) perilaku lekat aman anak pada ibu berada dalam klasifikasi tinggi 78,125%; (2) ditinjau dari perbedaan usia anak, ada perbedaan orientasi objek lekat aman anak pada ayah (chi-square= 8,062 Sig. 0,045) dan tidak ada perbedaan perilaku lekat aman anak terhadap ibu sebagai objek lekat anak (chi-square= 2,146 Sig. 0,543): (a) pada ayah perilaku lekat aman anak (2 tahun vs. 3 tahun, Sig. 0,060; 2 tahun vs 4 tahun, Sig. 0,395; 2 tahun vs 5 tahun, Sig. 0,766; 3 tahun vs. 4 tahun, Sig. 0,648; 3 tahun vs. 5 tahun, Sig. 0,22; 4 tahun vs. 5 tahun, Sig. 0,586); (b) pada ibu perilaku lekat aman anak (2 tahun vs. 3 tahun, Sig. 0,465; 2 tahun vs. 4 tahun, Sig. 0,993; 2 tahun vs. 5 tahun, Sig. 0,922; 3 tahun vs. 4 tahun, Sig. 0,329; 3 tahun vs. 5 tahun, Sig. 0,187; 4 tahun vs. 5 tahun, Sig. 0,998).

Berdasarkan penelitian disarankan: (1) suami-istri yang bekerja di Cinta Manis harus memiliki kualitas interaksi yang baik dengan anak untuk menumbuh-kan perilaku lekat aman anak; (2) pelarangan bagi ayah-ibu yang bekerja di unit Unit Usaha Cinta Manis tidak perlu, karena anggapan bahwa hal tersebut dapat menganggu orientasi perilaku lekat aman tidak terbukti; dan (3) peneliti selanjutnya dalam meneliti topik yang sama sebaiknya memperhatikan rincian faktor lain yang mempengaruhi perilaku lekat anak, baik internal maupun eksternal.