SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Asosiasi Antara Tato Tubuh Dan Perilaku Agresi

Dikatu Mahsusan Warikya

Abstrak


ABSTRAK

 

Warikya, Dikatu Mahsusan. 2010. Asosiasi Antara Tato Tubuh Dan Perilaku Agresi. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling, fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Alwisol, M.Pd, (II) Hetti Rahmawati S.Psi, M.Si

 

Kata Kunci: Tato, Perilaku agresi

 

            Saat ini di Indonesia tato semakin merebak di seluruh penjuru masyarakat. Hal ini terbukti dari banyaknya para penyedia jasa tato tubuh yang ada dikota Malang. Namun pada sebagian kalangan masyarakat tato dinilai berkonotasi negatif karena perilaku pemakainya. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi antara tato tubuh dengan perilaku agresi.

            Rancangan penelitian yang dipakai adalah deskriptif korelasional. Subjek pada penelitian ini seluruhnya berjumlah 30 orang yang terdiri dari 24 laki-laki dan 6 perempuan. Pengambilan subjek diambil dengan cara snow ball. Instrumen yang digunakan adalah skala perilaku agresi yang terdiri 39 item dengan validitas instrumen yang tinggi dan nilai reliabilitas sebesar 0,950. Untuk pengambilan informasi mengenai tato diambil dengan cara wawancara dan observasi.

Data dianalisis yaitu formula phi dan chi-square. Hasil penelitian ini adalah: (1) ada asosiasi antara bentuk tato dan agresi dengan nilai phi sebesar 0.867 (p = 0,007 < 0,05 ), artinya bentuk tato yang mengancam (simbol nazi, senjata, naga, dll) berasosiasi dengan agresi tinggi dan bentuk tato yang tidak mengancam (mahluk hidup, hiasan, abstrak, tulisan) berasosiasi dengan agresi rendah (2) ada asosiasi antara posisi tato dan agresi dengan nilai phi sebesar 0,708 (p = 0,002 < 0,05 ), artinya posisi tato yang terlihat berasosiasi dengan agresi tinggi dan posisi tato yang tersembunyi berasosiasi dengan agresi rendah, (3) ada asosiasi antara ukuran tato dan agresi dengan nilai phi sebesar 0,828 (p = 0,002 < 0,05 ), artinya ukuran tato besar berasosiasi dengan agresi tinggi dan ukuran tato kecil berasosiasi dengan agresi rendah, (4) tidak ada asosiasi antara warna tato dengan agresi  dengan nilai phi sebesar 0,506 (p = 0,053 > 0,05 ), artinya warna tato tidak berasosiasi dengan agresi (5) ada asosiasi antara alasan memakai tato dan perilaku agresi dengan nilai phi sebesar 0,766 (p = 0,040 < 0,05), artinya alasan memakai tato karena perasaan sombong, benci, macho berasosiasi dengan agresi dan alasan memakai tato karena bukti, monumen peristiwa dan lingkungan berasosiasi dengan agresi rendah, dan (6) tidak ada asosiasi antara usia memakai tato dengan agresi dengan nilai phi sebesar 1,061 (p = 0,576 > 0,05), artinya usia memakai tato tidak berasosiasi dengan agresi.

Saran bagi pemakai tato agar melatih kesabaran dan latihan mengatur agresi agar anggapan masyarakat mengenai citra negatif tato segera terkikis. Kepada calon pemakai tato diharapkan untuk mempertimbangkan secara serius keputusan untuk memakai tato karena dari wawancara ada beberapa subjek yang menyesal dan ingin menghilangkan tato. Bagi para penyedia jasa tato agar memberikan informasi yang sebenarnya mengenai tato terkait dengan efek positif dan negatif tato. Bagi peneliti selanjutnya dalam penghitungan analisis dianjurkan untuk memakai Uji t untuk mengetahui tingkat perbedaan agresi pada pemakai tato.