SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Sikap terhadap Kecantikan dan Prasangka Gender terhadap Perempuan Agen Promosi dan Penjualan pada Laki-laki Agen Promosi dan Penjualan

Eldaah Putri Yanuar

Abstrak


ABSTRAK

 

Yanuar, Eldaah Putri. 2010. Hubungan Sikap terhadap Kecantikan dan Prasangka Gender terhadap Perempuan Agen Promosi dan Penjualan pada Laki-laki Agen Promosi dan Penjualan. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (2) Ika Andrini Farida, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci: sikap, kecantikan, prasangka gender.

 

Seksisme atau prasangka gender, memberikan efek yang buruk bagi wanita. Salah satu profesi yang sering menjadi obyek prasangka laki-laki adalah perempuan agen promosi dan penjualan atau lazim disebut sales promotion girl (SPG) yang dituntut untuk selalu tampil cantik dan menarik untuk menarik minat calon pembeli, sementara standar dan praktik kecantikan menggeser kesadaran sosial dari kompetensi perempuan agen promosi dan penjualan kepada aspek dangkal dari penampilan mereka dan merendahkan mereka kepada obyek seksual.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) gambaran sikap laki-laki agen promosi dan penjualan terhadap kecantikan, (2) gambaran prasangka gender terhadap perempuan agen promosi dan penjualan, dan (3) hubungan antara sikap terhadap kecantikan dan prasangka gender terhadap perempuan agen promosi dan penjualan pada laki-laki agen promosi dan penjualan.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan korelasional dengan teknik analisis data persentase dan korelasi Product Moment. Populasi penelitian adalah laki-laki agen promosi dan penjualan di Kota Malang dengan sampel sebanyak 76 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Random Simple Cluster Sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala sikap terhadap kecantikan dan skala prasangka terhadap perempuan agen promosi dan penjualan yang diadaptasi dari Ambivalent Sexism Inventory (Glick dan Fiske, 1996). Uji validitas yang digunakan adalah validitas internal dan uji reliabilitas yang digunakan adalah reliabilitas item dengan rumus Alpha Cronbach.

Berdasarkan pengujian hipotesis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa laki-laki agen promosi dan penjualan yang memiliki sikap yang sangat positif terhadap kecantikan. Sedangkan prasangka gender laki-laki agen promosi dan penjualan berada pada tingkat tinggi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara sikap terhadap kecantikan dan prasangka gender terhadap perempuan agen promosi dan penjualan pada lakilaki agen promosi dan penjualan.

Berdasarkan kesimpulan di atas maka disarankan kepada (1) perempuan agen promosi dan penjualan agar menyertakan kemampuan menjual yang memadai dan akhlak moral yang baik; (2) laki-laki agen promosi dan penjualan agar menganalisa setiap pandangan negatif atau prasangka yang ditujukan pada perempuan agen promosi dan penjualan; (3) bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai subvariabel ambivalensi prasangka gender (hostile sexism dan benevolent sexism).