SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN PERILAKU ASERTIF DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 GEDEG MOJOKERTO

FITTHRIYATUL KHOLQIYAH

Abstrak


ABSTRAK

 

Kholqiyah, Fitthriyatul. Hubungan Perilaku Asertif dengan Prestasi Belajar Siswa SMA Negeri 1 Gedeg Mojokerto. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Prodi BK FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Widada, M.Si dan (II) Drs. Hariadi Kusumo.

 

Kata Kunci: Hubungan, Perilaku Asertif, Prestasi Belajar.

 

Berdasarkan teori Sikone (2007) yang  menyatakan bahwa  asertifitas akan membantu para siswa untuk meningkatkan kemampuan kognitifnya, memperluas wawasannya tentang lingkungan, dan tidak mudah berhenti pada sesuatu yang tidak diketahuinya (memiliki rasa ingin tahu yang tinggi). Kemampuan kognitif siswa dalam hal ini berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran. Selain itu adanya teori Hurlock (1980)  yang menyatakan bahwa siswa SMA memasuki masa remaja, yang pada masa itu siswa mulai mengembangkan dirinya dan memikirkan prestasi belajarnya di sekolah, karena dengan prestasi yang baik dapat memberikan kepuasan pribadi dan menimbulkan harga diri dalam kelompok sebaya. Begitu pentingnya memiliki prestasi belajar yang baik bagi seorang siswa SMA serta adanya teori yang menyatakan bahwa asertifitas dapat meningkatkan prestasi belajar siswa maka dari itu diperlukan penelitian ini agar diketahui sejauh mana asertifitas mempengaruhi prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai perilaku asertif dan prestasi belajar  siswa SMA Negeri 1 Gedeg Mojokerto serta untuk menguji adakah hubungan perilaku asertif dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Gedeg Mojokerto.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif korelasional. Penelitian jenis ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai suatu hal serta untuk menemukan apakah ada hubungan (pengujian hipotesis) dan apabila ada hubungan berapa tingginya hubungan serta berarti tidaknya hubungan tersebut. Subyek penelitian ini yaitu siswa SMA Negeri 1 Gedeg Mojokerto tahun ajaran 2009/2010. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan  Stratified Random Sampling  yaitu pengambilan sampel secara acak dari masing-masing tingkatan kelas tertentu. Instrumen penelitian berupa angket skala perilaku asertif yang dilengkapi dengan validitas dan memiliki reliabilitas sebesar 0,948. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan teknik analisis korelasi product-moment menggunakan program SPSS 16.00 for windows korelasi  product-moment Pearson.

Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa cukup banyak siswa (60%) SMA Negeri 1 Gedeg Mojokerto yang mempunyai kategori perilaku asertif sedang dan hanya sedikit siswa dengan persentase 40% yang perilaku asertifnya dalam kategori tinggi.  Tidak ada siswa yang kategori perilaku asertfinya rendah. Sedangkan deskripsi mengenai prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Gedeg Mojokerto diketahui bahwa tidak ada siswa yang mempunyai prestasi belajar dengan kategori baik sekali dan sangat kurang, sangat sedikit sedikit siswa dengan persentase 0,8% yang mempunyai prestasi belajar dengan kategori baik dan 5,6% siswa yang mempunyai prestasi belajar dengan kategori kurang, sangat banyak siswa dengan persentase 93,6% yang mempunyai prestasi belajar dengan kategori cukup. Perilaku asertif mempunyai hubungan yang positif  dengan nilai r sebesar 0,066. Nilai r menjauhi 1 sehingga hubungan perilaku asertif dengan prestasi belajar siswa dikatakan lemah.

Kesimpulan penelitian ini adalah Perilaku asertif siswa SMA Negeri 1 Gedeg Mojokerto tahun ajaran 2009/2010 persentase tertinggi (60%) adalah pada kategori sedang. Sedangkan persentase tertinggi (93,6%) prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Gedeg Mojokerto tahun ajaran 2009/2010 adalah pada kategori cukup. Ada hubungan antara perilaku asertif dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Gedeg Mojokerto tahun ajaran 2009/2010  namun hubungannya lemah. Saran pada penelitian ini adalah konselor sebaiknya lebih meningkatkan pemberian layanan assertive training yang dapat mengembangkan perilaku asertif pada siswa. Kepada peneliti selanjutnya untuk lebih menambah jumlah siswa sampel dan menyempurnakan instrument penelitian sehingga dapat menyempurnakan data penelitian.