SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEBUTUHAN SISWA AKAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DI SMP NEGERI 3 MALANG

Fina Farida

Abstrak


ABSTRAK

 

Farida, Fina. 2010. Kebutuhan Siswa Akan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  di SMP Negeri 3 Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (i) Drs. Widada, M.Si, Pembimbing (ii) Dr. Andi Mappiare AT, M.Pd.

 

Kata kunci: Kebutuhan, layanan bimbingan dan konseling, KTSP, siswa SMP.

 

Sistem pendidikan nasional Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan kurikulum untuk memenuhi tuntutan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan arus globalisasi yang telah membawa perubahan pada semua aspek kehidupan manusia. Kurikulum yang baru yang digunakan adalah KTSP. Dalam KTSP peserta didik dituntut untuk dapat mengembangkan dirinya. Pengembangan diri ini tidak mudah dilakukan siswa. Untuk memahami faktor-faktor pendukung pengembangan diri, dilaksanakan penelitian mengenai kebutuhan siswa akan layanan bimbingan dan konseling dalam KTSP di SMP Negeri 3 Malang.

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui deskripsi kebutuhan siswa akan layanan bimbingan dan konseling dalam KTSP di SMP Negeri 3 Malang. Kebutuhan layanan bimbingan dan konseling yang dimaksud dijabarkan dalam layanan (1) orientasi, (2) informasi, (3) penempatan dan penyaluran, (4) penguasaan konten, (5) konseling perorangan, (6) bimbingan kelompok, (7) konseling kelompok, (8) konsultasi, dan (9) mediasi.

Rancangan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 147 orang siswa kelas VII dan VIII. Teknik yang digunakan adalah simple stratified sampling. Data dikumpulkan dengan angket dan analisis yang digunakan adalah analisis persentase.

Hasil penelitian mengenai kebutuhan siswa akan layanan bimbingan dan konseling dalam KTSP di SMPN 3 Malang menunjukkan bahwa sangat banyak siswa yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap layanan orientasi, konseling perorangan, konseling kelompok, dan layanan mediasi. Banyak siswa yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap layanan informasi, penyaluran dan penempatan, penguasaan konten, bimbingan kelompok, dan layanan mediasi. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sangat banyak siswa yang membutuhkan layanan bimbingan dan konseling, sangat sedikit siswa yang kurang membutuhkan layanan bimbingan dan konseling, dan tidak ada siswa yang tidak membutuhkan layanan bimbingan dan konseling.

Penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh konselor sekolah sebagai acuan untuk menyusun program bimbingan dan konseling. Penelitian ini juga diharapkan dapat mendorong kepala sekolah untuk lebih mendukung kegiatan bimbingan dan konseling dengan menyediakan fasilitas yang diperlukan bagi terlaksananya bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien. Suru dan staf karyawan diharapkan juga menberikan dukungan dan dapat bekerjasama dengan konselor demi lancarnya pelaksanaan bimbingan dan konseling.