SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KEEFEKTIFAN PERMAINAN BEREBUT KURSI, ACEH FESTIVAL, DAN MEMBUAT KESEPAKATAN UNTUK MENINGKATKAN MANAJEMEN KONFLIK SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 BANGKALAN

Nurul Fajriana Ulfah

Abstrak


ABSTRAK

 

Ulfah, Nurul Fajriana. 2010. Keefektifan Permainan Berebut Kursi, Aceh Festival dan Membuat Kesepakatan untuk Meningkatkan Manajemen Konflik Siswa Kelas XI di SMA Negeri 1 Bangkalan. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Prodi BK FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M. Pd, (II) Drs. Hariadi Kusumo.

 

Kata kunci: keefektifan, permainan, manajemen konflik

 

Sekolah merupakan lembaga yang tidak hanya memperhatikan segi akademis. Sekolah melalui bimbingan dan konseling harus memperhatikan segi psikososial siswa. Tercapainya kemandirian psikososial siswa salah satunya ditandai dengan kematangan dalam memanajemen konflik. Salah satu teknik bimbingan yang dapat dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan manajemen konflik pada remaja yaitu melalui "Teknik Permainan". Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMAN 1 Bangkalan, diketahui bahwa siswa- siswa memiliki manajemen konflik rendah yang ditunjukkan dengan penyelesaian  konflik secara destruktif contohnya dengan banyaknya kasus perkelahian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keefektifan "permainan berebut kursi, Aceh festival dan membuat kesepakatan" untuk meningkatkan manajemen konflik siswa.

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian eksperimen semu, dengan  one group pretest posttest design, dimana sampel yang digunakan sebelum dan setelah perlakuan atau treatment adalah sama. Penelitian  jenis ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya perbedaan sebelum dan setelah pemberian perlakuan. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas XI SMAN 1 Bangkalan yang memiliki manajemen konflik rendah yaitu sebanyak 26 siswa. Instrumen penelitian berupa skala manajemen konflik. Permainan yang digunakan adalah permainan berebut kursi, Aceh festival dan membuat kesepakatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah paired sample t-test (dua sampel berpasangan).

Hasil perhitungan dengan menggunakan paired sample t-test (dua sampel berpasangan) diketahui bahwa ada perbedaan manajemen konflik siswa sebelum dan setelah perlakuan (Ho ditolak) dengan perolehan mean T hitung < -t tabel, yaitu sebesar -12,446 < -2,060.  Kesimpulan penelitian ini adalah permainan berebut kursi, Aceh festival dan membuat kesepakatan efektif untuk meningkatkan manajemen konflik pada siswa kelas XI SMAN 1 Bangkalan.  Berdasarkan hasil penelitian, saran bagi konselor maupun peneliti selanjutnya yaitu memperbanyak jenis permainan yang diberikan dan dilakukan asessment mengenai permainan yang banyak diminati anak-anak sebagai treatment agar peningkatan manajemen konflik siswa lebih optimal.