SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN INVENTORI KETERBUKAAN DIRI (SELF DISCLOSURE) SEBAGAI INSTRUMEN LAYANAN BIMBINGAN PRIBADI BAGI SISWA SMK NEGERI 1 MALANG

Pinarti .

Abstrak


ABSTRAK

 

Pinarti. 2010. Pengembangan Inventori Keterbukaan Diri (Self Disclosure) Sebagai Instrumen Layanan Bimbingan Pribadi bagi Siswa SMK Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Henny Indreswari, M. Pd, (II) Dr. Triyono, M. Pd.

 

Kata Kunci: inventori, keterbukaan diri (self disclosure)

 

Penelitian pengembangan inventori keterbukaan diri ini dilatarbelakangi oleh kondisi siswa SMK Negeri 1 Malang yang masih banyak menunjukkan sikap minder, kurang realistis, dan kurang dapat mengungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan dirinya, baik kepada guru maupun teman. Selain itu, pihak sekolah juga mengalami kesulitan untuk mengetahui sebab-sebab ketidakterbukaan siswa. Inventori merupakan alat pengumpul data yang berisi sekumpulan pernyataan yang harus ditanggapi oleh siswa dengan jujur dan spontan dan apakah pernyataan-pernyataan tersebut saat ini menjadi masalah pribadinya atau tidak. Keterbukaan diri adalah kemampuan seseorang untuk menyampaikan informasi tentang diri kepada orang lain, informasi itu bersifat umum dan khusus yang meliputi pikiran/pendapat, selera/minat, pekerjaan/pendidikan, keuangan, kepribadian, dan fisik dengan target person orang yang baru dikenal, teman biasa, teman dekat, dan orang tua/saudara.

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk membantu kinerja konselor dalam membuat programnya. Tujuan secara khusus untuk menghasilkan inventori keterbukaan diri dengan tingkat validitas dan reliabilitas serta klasifikasi skor yang terstandar. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode yang diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall. Metode hasil adaptasi tersebut terdiri atas tujuh langkah, yaitu penelitian dan pengumpulan informasi, merumuskan perencanaan dan tujuan, menyusun produk awal, mengujinya di lapangan (awal dan utama), merevisinya untuk memperoleh produk akhir inventori keterbukaan diri. Skala yang digunakan dalam inventori ini ialah skala model likert yang dimodifikasi. Cara menganalisis hasil menggunakan prosedur analisis dan seleksi item dengan rumus Product Moment dari Pearson, uji reliabilitasnya menggunakan rumus alpha dari Cronbach, dan pengklasifikasian skornya menggunakan rumus panjang kelas interval.

Produk akhir pengembangan ini adalah inventori keterbukaan diri dengan 43 butir pernyataan valid dengan koefisien korelasi positif antara - 1 hingga + 1 dan tingkat signifikansinya < 0.05 (sig < 0.05) serta tingkat reliabilitasnya 0.671 yang berarti inventori ini cukup ajeg/stabil dalam mengukur sedangkan hasil penghitungan klasifikasi skornya adalah tingkat keterbukaan diri siswa mulai dari sangat terbuka, terbuka, cukup terbuka, tertutup, dan sangat tertutup.

Berdasarkan hasil pengembangan ini, peneliti merekomendasikan beberapa hal terkait pengembangan produk lebih lanjut, yakni kepada konselor dan peneliti sendiri agar inventori ini diujicobakan pada subyek yang lebih luas dan dilakukan pengembangan ke arah yang lebih canggih yakni inventori yang diprogram dalam bentuk software berbasis komputer agar lebih menarik, efisien, dan mudah bagi siswa.