SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Paket Pelatihan Asertivitas untuk Meningkatkan Harga Diri Siswa Kelas XI-IS di SMA Negeri 3 Malang

Erdyna Nuraini

Abstrak


ABSTRAK

 

Nuraini, Erdyna. 2010. Pengembangan Paket Pelatihan Asertivitas untuk Meningkatkan Harga Diri Siswa Kelas XI-IS di SMA Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd, (II) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd.

 

Kata Kunci : pengembangan paket, asertivitas, harga diri, siswa kelas XI-IS

 

Siswa kelas XI-IS apabila ditinjau dari periode perkembangannya berada dalam masa adolescence atau remaja. Salah satu kebutuhan penting remaja dan bersangkutan dengan kesehatan mental di sekolah adalah kemantapan rasa harga diri. Berkembangnya popularitas status atau pandangan orang saat ini bahwa siswa SMA di jurusan IPA lebih unggul dari siswa jurusan IPS adalah kondisi yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan harga diri siswa kelas XI-IS, khususnya bagi mereka yang mengalami kegagalan masuk jurusan IPA. Mereka akan cenderung menilai dirinya sebagai orang yang tidak mampu, tidak berharga, tidak berani menghadapi tantangan-tantangan baru dalam hidupnya sebagai siswa jurusan IPS karena ketidakberdayaannya untuk menempatkan diri menghadapi sebuah pengakuan popularitas status yang berkembang tersebut. Hal tersebut dapat membuat perkembangan harga diri mereka terhambat. Padahal harga diri pada masa remaja memiliki pengaruh besar pada kesuksesan pendidikan dan prestasi akademis, serta menentukan perkembangan harga diri seseorang. Terkait dengan kebutuhan siswa kelas XI-IS dalam meningkatkan harga diri pada kondisi tersebut, maka salah satu upaya yang dapat dilakukan konselor untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui pelatihan asertivitas yang didukung penggunaan salah satu media, yaitu dengan dikembangkannya paket pelatihan asertivitas untuk meningkatkan harga diri siswa kelas XI-IS.

Berdasarkan latar belakang sebagaimana disebutkan, maka tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan paket pelatihan pelatihan asertivitas untuk meningkatkan harga diri siswa kelas XI-IS dalam bentuk buku yang berfungsi sebagai salah satu media bimbingan untuk digunakan konselor dalam pemberian pelatihan asertivitas untuk meningkatkan harga diri siswa kelas XI-IS.

Pengembangan paket pelatihan asertivitas diadaptasi dari langkah-langkah strategi pengembangan Research and Development (R&D) Borg and Gall (1983), yaitu: 1) melakukan penilaian kebutuhan (need assessment), 2) analisis data dan penetapan prioritas kebutuhan, 3) merumuskan tujuan paket pelatihan, 4) menyusun prototipe paket pelatihan, 5) penilaian produk oleh ahli, 6) revisi produk dari uji ahli, 7) hasil draf, 8) penilaian produk oleh calon pengguna produk, 9) revisi produk dari calon pengguna produk, 10) produk akhir paket pelatihan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah uji ahli dan calon pengguna produk. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis bersifat kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Produk yang dikembangkan adalah Paket Pelatihan Asertivitas untuk Meningkatkan Harga Diri Siswa Kelas XI-IS, yang terdiri dari tiga topik, yaitu (1) Mengenali diri, (2) Afirmasi diri, dan (3) Mengungkapkan perasaan secara asertif.

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa paket pelatihan asertivitas untuk meningkatkan harga diri siswa kelas XI-IS dinilai dari aspek ketepatan terletak pada kategori tepat oleh ahli BK dan calon pengguna produk I, sedangkan ahli bahasa dan calon pengguna produk II adalah sangat tepat. Pada aspek kegunaan, paket pelatihan ini dinilai pada kategori berguna oleh ahli BK, sedangkan ahli bahasa dan dua calon pengguna produk adalah sangat berguna. Pada aspek kemudahan, paket pelatihan ini dinilai pada kategori mudah oleh ahli BK dan dua calon pengguna produk, serta ahli bahasa adalah sangat mudah. Kemudian pada aspek kemenarikan, paket pelatihan ini dinilai pada kategori menarik oleh ahli BK dan calon pengguna produk I, sedangkan ahli bahasa dan calon pengguna produk II adalah sangat menarik. Hasil analisis data kualitatif menunjukkan bahwa terdapat beberapa komponen paket yang harus direvisi, antara lain: (1) perlunya penambahan jawaban obyektif pada kegiatan refleksi diri dalam tugas pekerjaan rumah untuk siswa,(2) perlunya kemudahan pembaca memahami istilah-istilah teknis dalam wacana,(3) perlunya perincian alokasi waktu kegiatan/pelatihan,(4) perlunya menghilangkan identitas kelas dan jurusan pada judul sampul depan buku panduan konselor,(5) perlunya penggantian gambar pada sampul depan buku materi dan pekerjaan rumah yang lebih riil, dan (6) perlunya memadukan alokasi waktu dan langkah-langkah kegiatan yang sama antara konselor dan siswa.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diajukan adalah (1) konselor perlu menyesuaikan penggunaan bahasa dengan situasi dan kondisi lingkungan sekolah dalam praktik pelaksanaan paket pelatihan ini nantinya, (2) Konselor disarankan melengkapi penjelasan uraian materi dengan tambahan media yang lain dalam praktik pelaksanaan paket pelatihan ini nantinya, misalnya berupa audio/lagu dan software untuk kemungkinan dapat lebih menarik minat dan perhatian siswa, (3) isi paket dapat dilakukan revisi berkelanjutan dan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan layanan bimbingan dan konseling, dan (4) peneliti selanjutnya hendaknya melakukan uji praktis keefektifan paket pelatihan ini melalui penelitian tindakan berupa uji lapangan terbatas.