SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Patoh dan Todus dengan Pengambilan Keputusan Menikahkan Anak pada Usia Dini di Madura

Anna Juwita Puspita Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Anna Juwita Puspita. Hubungan antara Patoh dan Todus dengan Pengambilan Keputusan Menikahkan Anak pada Usia Dini di Madura. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Alwisol, M. Pd. (II) Diyah Sulistyorini, S.Psi, M.Psi, Psikolog

 

Kata Kunci : Patoh, Todus, Pernikahan Dini

 

Patoh adalah standart referensi kepatuhan terhadap figur-figur utama secara hierarhikal sebagai aturan normatif yang mengikat setiap orang Madura maka pelanggaran atau paling tidak melalaikan aturan itu akan mendapatkan sanksi sosial sekaligus kultural. Todus merupakan keengganan (tidak ada kemauan) melakukan sesuatu karena adanya berbagai kendala yang bersifat sosial-budaya dan todus muncul dalam diri seseorang akibat dari tindakan dirinya sendiri yang menyimpang dari aturan-aturan normatif. Pernikahan pada usia dini ialah pernikahan yang dilakukan ketika mempelai belum mencapai usia yang telah ditetapkan oleh peraturan baik itu aturan agama atau kepercayaannya maupun oleh negaranya. Pengambilan keputusan untuk menikahkan anak pada usia dini dibagi dalam dua aspek, yaitu usia anak dan jumlah anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara todus, kepatuhan dan penngambilan keputusan menikahkan anak pada usia dini di Madura.

            Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. Populasi penelitian, memiliki karakteristik, laki-laki, seorang ayah, memiliki putri yang menikah pada usia dini, bertempat tinggal di Madura. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Sampel seluruhnya berjumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara untuk variabel todus dan pengambilan keputusan menikahkan anak pada usia dini, sedangkan variabel kepatuhan diungkap dengan skala kepatuhan. Teknik analisa yang digunakan adalah analisa korelasi Product Moment Pearson, Formula Eta dan Regresi dengan Variabel Moderating.

            Hasil penelitian : (1) ada hubungan antara todus dan usia anak yang dinikahkan pada usia dini dengan nilai korelasi rxy sebesar 0,870 (p = 0,000 < 0,05) ; (2) tidak ada hubungan antara todus dan jumlah anak yang dinikahkan pada usia dini dengan nilai korelasi rxy sebesar 0,849 (p = 0,572 > 0,05) ; (3) ada hubungan antara kepatuhan dan usia anak yang dinikahkan pada usia dini dengan nilai korelasi rxy sebesar 0,933 (p = 0,000 < 0,05); (4)  ada hubungan antara kepatuhan dan jumlah anak yang dinikahkan pada usia dini nilai korelasi rxy sebesar 0,679 (p = 0,032 < 0,05); (5) ada 90,3% variabel usia dapat diramalkan dari variasi variabel bebas kepatuhan, todus dan moderat.dan todus sebagai variabel moderator tidak signifikan dipakai untuk memediasi  hubungan kepatuhan dengan usia anak yang dinikahkan pada usia dini.(6) 0,623 berarti ada 62,3% variabel usia dapat diramalkan dari variasi variabel bebas kepatuhan, todus dan moderat.Jadi todus sebagai variabel moderator tidak signifikan dipakai untuk memediasi  hubungan kepatuhan dengan jumlah anak yang dinikahkan pada usia dini. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bagi para orang tua khususnya para ayah yang memiliki anak gadis di Madura untuk mengambil keputusan tentang pernikahan dini dengan berbagai pertimbangan untuk masa depan dan kebahagiaan anak-anaknya kelak.