SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN PENGENDALIAN EMOSI DAN KECEMASAN IBU HAMIL PADA TRIMESTER KETIGA

M. Irwan - Fauzi

Abstrak


ABSTRAK

 

Fauzi, M. Irwan. 2010. Hubungan Pengendalian Emosi dan Kecemasan Ibu Hamil Pada Trimester Ketiga. Program Studi Psikologi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed. (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si.

 

Kata kunci: pengendalian emosi, kecemasan ibu hamil, terimester ketiga

 

Proses kehamilan memberikan perasaan yang bercampur baur, antara bahagia dan penuh harapan dengan kekhawatiran tentang apa yang akan dialaminya semasa kehamilan. Kecemasan tersebut dapat muncul karena masa panjang saat menanti kelahiran penuh ketidakpastian, selain itu bayangan tentang hal-hal yang menakutkan saat proses persalinan walaupun apa yang dibayangkannya belum tentu terjadi.

Situasi ini menimbulkan perubahan drastis, bukan hanya fisik tetapi juga psikologis (Kartono, 1992). Untuk mengatasi kecemasan khususnya pada saat trimester tiga usia kehamilan maka mutlak bagi ibu hamil untuk mempunyai kemampuan pengendalian emosi. Pengendalian emosi adalah kemampuan mengenali, memahami serta mengelola suatu keadaan yang dirasakan individu yang meliputi keadaan kognitif, fisiologis, dan perilaku yang ditunjukkan melalui mimik wajah suara dan gerak tubuh. Prijosaksono (2003) mengemukakan bahwa pengendalian emosi berarti mampu mengenali atau memahami serta mengelola emosi. Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) Kemampuan pengendalian emosi ibu hamil pada trimester ketiga, (2) Tingkat kecemasan ibu hamil pada trimester ketiga, (3) Hubungan kemampuan pengendalian emosi dan tingkat kecemasan ibu hamil pada trimester ketiga.

Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil dengan usia kehamilan pada trimester ketiga yang yang memanfaatkan fasilitas unit Obstetri dan Genekologi di Rumah Sakit Umum Saiful Anwar Malang dengan sampel sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel adalah Convenience Sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala: Pengendalian Emosi dan Kecemasan. Teknik analisis data untuk mengetahui gambaran kemampuan pengendalian emosi dan tingkat kecemasan adalah analisis deskriptif, sedangkan untuk mengetahui hubungan antara pengendalian emosi dan kecemasan adalah dengan analisis korelasi product moment.

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan pengendalian emosi ibu hamil pada trimester ketiga termasuk dalam kategori cukup sedangkan tingkat kecemasan ibu hamil pada trimester ketiga dalam kategori sedang, serta terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara pengendalian emosi dengan kecemasan (r = -0,608; p = 0,000 < 0,05).

Sesuai hasil penelitian dapat disarankan: (1) agar ibu hamil yang memiliki kemampuan pengendalian emosi rendah diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengendalian emosinya untuk dapat menghadapi kecemasan yang muncul selama masa kehamilan, (2) agar bidan dan atau pekerja kesehatan hendaknya mempunyai pemahaman yang baik mengenai bagaimana mengajarkan pengendalian emosi kepada ibu hamil untuk mengurangi kecemasan menjelang persalinan, (3) peneliti selanjutnya agar menggunakan faktor lain misalnya kecerdasan emosional, budaya, dan stress yang dapat mempengaruhi kecemasan ibu hamil pada trimester ketiga.