SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara Konsep Diri dengan Kemandirian Remaja Panti Asuhan Nurul Abyadh Malang

Nira Roswita Suyuti

Abstrak


ABSTRAK

 

Suyuti, Nira Roswita. 2010. Hubungan antara Konsep Diri dengan Kemandirian Remaja Panti Asuhan Nurul Abyadh Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Psi.

 

Kata Kunci : Konsep Diri, Kemandirian Remaja Panti Asuhan Nurul Abyadh.

 

Konsep diri dan kemandirian selalu menjadi topik yang hangat dalam perkembangan pada masa remaja, khususnya bagi remaja panti asuhan adalah fenomena yang perlu diperhatikan di masa sekarang ini seiring dengan bertambahnya para penghuni panti asuhan akhir-akhir ini. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menjelaskan hubungan konsep diri dengan kemandirian remaja panti asuhan, khususnya panti asuhan Nurul Abyadh yang ada di Malang. Desain yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional terhadap 40 remaja yang bertempat di panti asuhan Nurul Abyadh Malang. Data dikumpulkan dengan 2 skala yaitu skala konsep diri (koefisien validitas item antara 0,316 sampai 0,665 dan koefisien reliabilitas 0,932), dan skala kemandirian remaja panti asuhan dikumpulkan dengan skala kemandirian (koefisien validitas item antara 0,368 sampai 0,707 dan koefisien reliabilitas 0,915). Hasil penelitian data dianalisis dengan menggunakan korelasi product moment yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara konsep diri dengan kemandirian remaja panti asuhan (rxy = 0,597 sig = 0,000 < 0,05). Artinya, semakin tinggi konsep diri maka semakin tinggi pula tingkat kemandirian, sebaliknya semakin rendah konsep diri maka semakin rendah pula tingkat kemandirian. Hasil analisis deskriptif menunjukkan sebanyak 16 orang (40%) termasuk kategori tinggi, 21 orang (52,5%) termasuk kategori agak tinggi, 3 orang (7,5%) termasuk kategori agak rendah, dan tidak ada (0%) yang termasuk kategori rendah, sedangkan tingkat kemandirian remaja panti asuhan sebanyak 6 orang (15%) termasuk kategori tinggi, 25 orang (62,5%) termasuk kategori agak tinggi, 9 orang (22,5%) termasuk kategori agak rendah, dan tidak ada (0%) yang termasuk kategori rendah.  Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar panti asuhan lebih memberikan pelatihan pengembangan konsep diri, misalnya saja dengan diadakan outbond secara asertif sebulan sekali untuk meningkatkan rasa kebersamaan agar tidak sering bertengkar dan rasa individualisme pun dapat terhindarkan. Selain itu juga dapat diadakan acara sharing dengan pengurus bagi remaja panti asuhan mengenai masalah-masalah yang dihadapi sekaligus agar mereka mendapat wawasan mengenai konsep diri yang tepat dan realistik. Kemandirian pun dapat dikembangkan dengan penerapan sistem reward-punishment secara tepat, agar remaja melakukan tugas mereka dengan penuh kesadaran dan bertanggungjawab, serta bagi peneliti selanjutnya disarankan menambah aspek yang terkait dengan konsep diri dan kemandirian remaja panti asuhan, jumlah subjek penelitian, dan instrumen yang digunakan.