SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Persepsi Beban Kerja dengan Burnout pada Perawat di Rumah Sakit Daerah Dr. Haryoto Lumajang

Qorisa Ifa Erlina

Abstrak


ABSTRAK

 

Erlina, Qorisa Ifa. 2010. Hubungan Antara Persepsi Beban Kerja dengan Burnout pada Perawat di Rumah Sakit Daerah Dr. Haryoto Lumajang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:      (1) Drs. Fattah Hidayat, M.Si, (2) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi.

 

Kata kunci: persepsi beban kerja, burnout.

 

Pekerjaan pelayanan sosial merupakan profesi yang memiliki resiko tinggi dalam memunculkan burnout, salah satu pekerjaan pelayanan sosial adalah perawat. Persepsi seseorang terhadap stimulus lingkungan dapat mempengaruhi reaksinya terhadap stimulus tersebut. Salah satu stimulus lingkungan dalam dunia kerja adalah tuntutan pekerjaan sehari-hari (beban kerja). Persepsi perawat terhadap beban kerjanya merupakan faktor yang dapat mempengaruhi burnout. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara persepsi beban kerja dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit Daerah Dr. Haryoto Lumajang.

Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif dan korelasional. Uji coba instrumen dilakukan pada 32 perawat rawat inap RSD Dr. Haryoto Lumajang. Instrumen penelitian tersebut dilakukan uji reliabilitas dengan reliabilitas internal konsistensi dan validitas isi. Penelitian dilakukan pada 54 perawat rawat inap RSD Dr. Haryoto Lumajang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala. Skala persepsi beban kerja dan burnout dengan menggunakan model penskalaan Likert. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment Pearson.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa tingkat persepsi beban kerja pada perawat RSD Dr. Haryoto Lumajang 20,37 % memiliki tingkat persepsi beban kerja yang rendah, 64,82 % dengan tingkat persepsi beban kerja sedang dan 14,81% memiliki tingkat persepsi beban kerja tinggi. Sedangkan untuk tingkat burnout  27,78% perawat memiliki tingkat burnout rendah, 51,85% dengan tingkat burnout sedang dan 20,37% memiliki tingkat burnout tinggi. Uji hipotesis menunjukkan ada hubungan antara persepsi beban kerja dengan burnout pada perawat RSD Dr. Haryoto Lumajang sebesar rxy = 0, 539 (p=0,000 < 0,05). Temuan penelitian terdapat perbedaan burnout pada perawat CPNS dan PNS di RSD Dr. Haryoto ditinjau dari masa kerja.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada perawat untuk mempertahankan persepsi yang positif mengenai beban kerja sehingga perawat merasa beban kerja yang diberikan kepada perawat sudah merupakan tanggungjawab yang harus dilaksanakan. Bagi rumah sakit, dalam usaha meminimalkan tingkat burnout perawat untuk membantu mempertahankan persepsi perawat yang positif terhadap beban kerja.