SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Persepsi terhadap Lingkungan Kerja dengan Stres Kerja pada Anggota Reskrim Polres Pasuruan

Dwi Prihartini

Abstrak


 

ABSTRAK

 

Prihartini, Dwi. 2010. Hubungan Antara Persepsi terhadap Lingkungan Kerja dengan Stres Kerja pada Anggota Reskrim Polres Pasuruan. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si,       (II) Diyah Sulistyorini, S.Psi, M.Psi

 

Kata Kunci : Persepsi, Lingkungan Kerja, Stres Kerja

 

Dalam menjalankan tugasnya seorang anggota reskrim tidak dapat terlepas dari stres kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) persepsi anggota reskrim terhadap lingkungan kerja, (2) stres kerja anggota reskrim dan (3) hubungan antara persepsi terhadap lingkungan pekerjaan dengan stres kerja anggota reskrim di Polres Pasuruan. Desain yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan subyek sebanyak 45 anggota reskrim yang bertempat di Polres Pasuruan. Data persepsi terhadap lingkungan kerja dikumpulkan dengan skala persepsi terhadap lingkungan kerja (koefisien validitas item antara 0,309-0,742 dan reliabilitas 0,917) dan data stres kerja anggota reskrim dikumpulkan dengan skala stres kerja (koefisien validitas item antara 0,315-0,715 dan reliabilitas 0,948). Data di analisis dengan korelasi product moment. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara persepsi terhadap lingkungan kerja dengan stres kerja (rxy = -,457 sig = 0,002 < 0,05). Berarti bahwa semakin positif persepsi anggota reskrim terhadap lingkungan kerja, maka semakin rendah stres kerja mereka. Hasil analisis deskriptif menunjukkan persepsi terhadap lingkungan kerja sangat tepat sebanyak 2 orang dengan persentase 4%,  kategori tepat sebanyak 30 orang dengan persentase 67%. Kategori tidak tepat sebanyak 13 orang dengan persentase 29% sedangkan kategori stres kerja tinggi sebanyak 8 orang dengan persentase 17%. Kategori rendah sebanyak 16 orang dengan persentase 36%. Dan kategori sangat rendah sebanyak 21 orang dengan persentase 47%.

 Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan: 1) anggota reskrim diharapkan untuk berusaha memandang lingkungan kerjanya secara positif (selalu positive thinking), memahami dan beradaptasi pada lingkungan kerjanya yang tersedia, sehingga stres kerja dapat ditekan atau diminimalisir, 2) pihak kepolisian juga dapat memberikan sosialisasi atau menginformasikan pada para anggota bahwa kondisi lingkungan kerja nyaman, bersih dan tidak berbahaya (aman), 3) bagi peneliti melakukan penelitian secara berkesinambungan yang lebih komprehensif tentang berbagai aspek yang berkaitan stres kerja anggota reskrim.