SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Paket Pelatihan Keterampilan Membuka Diri Untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Siswa SMP Negeri 20 Malang

EVA DWI ARIMASTUTI

Abstrak


ABSTRAK

 

Arimastuti, Eva Dwi. 2010. Pengembangan Paket Pelatihan Keterampilan Membuka Diri Untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Siswa SMP Negeri 20 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Henny Indreswari, M. Pd. (II) Dr. M. Ramli, M. A.

 

Kata Kunci : Pengembangan, Pelatihan, Keterampilan Membuka Diri, Komunikasi

 

Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Usia remaja berkisar 12-18 tahun berada pada usia awal SMP dan SMA. Remaja memiliki peluang untuk membuat perilaku-perilaku baru di luar rumah. Pada usia ini remaja selalu mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab. Harapan untuk mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab ini lebih ditekankan pada masa SMP karena merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak. Sesuai dengan perkembangannya, remaja dituntut untuk lebih belajar menyesuaikan diri dalam hubungan sosial terutama dalam hal berkomunikasi. Akan tetapi, pada kenyataannya masih banyak remaja yang mengalami kesulitan dalam penyesuaian sosial berkaitan dengan komunikasi.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah difokuskan pada pengembangan media berupa paket pelatihan keterampilan membuka diri untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa dan panduan penggunaan untuk konselor yang berterima secara teoritis dan praktis dari segi ketepatan, kegunaan, dan kemenarikan. Tujuan penelitian yaitu untuk menghasilkan paket pelatihan keterampilan membuka diri untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa dan panduan penggunaan untuk konselor yang berterima secara teoritis dan praktis dari segi ketepatan, kegunaan, dan kemenarikan. Pengembangan paket pelatihan keterampilan membuka diri ini mengikuti tahapan pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall.

Tahapan ini meliputi: 1) analisis kebutuhan, 2) penetapan jenis materi, 3) perumusan tujuan umum dan tujuan khusus paket pelatihan, 4) penyusunan produk, 5) uji ahli materi dan ahli bahasa, 6) revisi, 7) uji calon pengguna produk, 8) uji kelompok kecil, 9) revisi, dan 10) produk akhir. Guna mengetahui paket pelatihan yang berterima secara teoritik maupun praktis, dilakukan uji validitas terhadap tiga (3) subyek yaitu ahli materi, ahli bahasa dan calon pengguna produk (tiga konselor SMP) sekaligus uji kelompok kecil (30 orang siswa kelas VIII SMP). Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data validitas adalah skala penilaian serta lembar saran. Adapun hasil pengisian skala penilaian dan lembar saran dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa paket pelatihan keterampilan membuka diri untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa memiliki keberterimaan yang baik secara teoritis dan praktis dari segi ketepatan, kegunaan, dan kemenarikan. Begitu juga dengan panduan penggunaan paket pelatihan memiliki keberterimaan yang baik secara teoritis dan praktis dari segi ketepatan, kegunaan, dan kemenarikan.

Saran yang diberikan dalam hal ini yaitu berhubungan dengan pemanfaatan yaitu 1) konselor diharapkan menggunakan paket pelatihan keterampilan membuka diri ini untuk memberikan layanan BK, 2) konselor disarankan meminta bantuan konselor pendamping apabila kegiatan pelatihan dilakukan dalam kelas besar. Bagi peneliti selanjutnya yaitu 1) perlu diadakan uji lapangan utama, 2) perlu dibuat instrumen untuk mengetahui tingkat kemampuan berkomunikasi, 3) apabila paket pelatihan keterampilan membuka diri ini akan digunakan oleh selain siswa SMP Negeri 20 Malang, maka perlu adanya penyesuaian sesuai dengan kebutuhan siswa di sekolah yang bersangkutan.