SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan antara status sosial ekonomi orangtua dan bimbingan karier dengan pilihan karier siswa kelas X SMA NEGERI 2 Ma-lang

Irma Kusumawati

Abstrak


ABSTRAK

 

Kusumawati, Irma. 2010. Hubungan antara status sosial ekonomi orangtua dan bimbingan karier dengan pilihan karier siswa kelas X SMA NEGERI 2 Ma-lang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan,M.Pd (II) Drs. Harmiyanto.

 

Kata kunci : Status sosial ekonomi, bimbingan karier, pilihan karier

 

            Status sosial ekonomi adalah kemampuan seseorang yang diukur dari segi kedudukan atau jabatan seseorang dan tingkat penghasilan atau pendapatannya. Perencanaan layanan bimbingan karier adalah suatu layanan yang membantu siswa untuk  memahami dirinya, bakat dan minat yang dimiliki untuk membantu kehidupannya di masa depan. Pilihan karier adalah kecenderungan seseorang menentukan dan membuat keputusan pekerjaan yang akan ditekuni sebagai sumber nafkah hidupnya dan dilakukan sepanjang hidupnya.

Penelitian ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut; (1) bagaimanakah status sosial ekonomi orangtua siswa Kelas X, (2) bagaimanakah bimbingan karier, (3) bagaimanakah pilihan karier siswa Kelas X, (4) hubungan antara status sosial ekonomi orangtua dengan pilihan karier siswa Kelas X, (5) hubungan antara bimbingan karier di SMA Negeri 2 Malang dengan pilihan karier pada siswa Kelas X, (6) hubungan antara status sosial ekonomi orangtua siswa Kelas X dan perencanaan bimbingan karier pada pilihan karier siswa Kelas X SMA Negeri 2 Malang.

Populasi siswa kelas X SMA Negeri 2 Malang yang berjumlah 320 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah terdiri 80 orang siswa kelas X SMA Negeri 2 Malang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara cluster dimana subjeknya besar, bisa diambil antara 10%-15% atau 20%-25% atau lebih.

Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase untuk melihat status sosial ekonomi, perencanaan karier, dan pilihan karier, sedangkan untuk mengetahui hubungan ketiganya menggunakan Pearson Correlations.

               Hasil penelitian diketahui bahwa, status sosial ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 2 Malang dengan spesifikasi ayah siswa yang berpendidikan tinggi sejumlah 46,8%, ibu siswa yang berpendidikan tinggi sejumlah 51,9%, jumlah ayah siswa yang pekerjaannya tergolong pekerjaan semi terampil dan tidak terampil sejumlah 46,8%, jumlah ibu siswa yang pekerjaannya tergolong pekerjaan semi terampil dan tidak terampil sejumlah 46,8%, jumlah siswa yang perekonomian keluarganya ditopang oleh 1 orang saja sejumlah 64,9%, jumlah pendapatan keluarga siswa yang berada pada nilai nominal Rp. 945.37 - Rp. 3.000.000 sejumlah 41,6%, dan jumlah orangtua siswa yang menyandang jabatan sebagai pengurus organisasi di masyarakat sejumlah 77,9%. Tahap perencanaan yang dapat terlaksana secara baik oleh konselor sebesar 81,8%, tahap penyusunan program yang terlaksana dengan baik oleh konselor adalah 74%, jumlah tahap pelaksanaan program oleh konselor yang terlaksana adalah sebesar 66,2%, jumlah tahap eveluasi program yang terlaksana oleh konselor sebesar 74%. Siswa yang memahami pilihan kariernya sejumlah 85,7%, siswa yang memahami keserasian antara kepribadian dan pekerjaan  yang dipilihnya sejumlah 84,4%, jumlah siswa yang memahami lingkungan kerja yang akan dipilihnya sejumlah 89,6%, jumlah siswa yang mampu mengambil keputusan terhadap kariernya sejumlah 55,8%. Hubungan antara status sosial ekonomi orangtua dengan pilihan karier siswa dengan r sebesar 0,327 dan nilai signifikan sebesar 0,000. Hasil dari hubungan antara bimbingan karier dengan pilihan karier siswa dengan r sebesar 0,591 dan nilai signifikan sebesar 0,000. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa r hitung > r table dan sig