SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN TINGKAT KEMANDIRIAN SISWA MAN 3 MALANG ANTARA YANG TINGGAL DI RUMAH DAN YANG TINGGAL DI ASRAMA

Khairul Bariyyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Bariyyah, Khairul. 2010. Perbedaan Tingkat Kemandirian Siswa MAN 3 Malang Antara yang Tinggal di Rumah dan yang Tinggal di Asrama. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli M.A, (II) Dr. Andi Mappiare A.T M.Pd

 

Kata kunci: Kemandirian, Tinggal di Rumah, Tinggal di Asrama.

 

Kemandirian adalah aktivitas seseorang untuk tidak tergantung pada orang lain serta bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Kemandirian diperoleh siswa tentu berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Perbedaan kemandirian dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya adalah tempat tinggal yang memungkinkan individu memiliki pengalaman yang berbeda. Tempat tinggal anak dalam penelitian ini dibedakan antara tempat tinggal di rumah dan tempat tinggal di asrama. Masalah dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah keragaman tingkat kemandirian siswa MAN 3 Malang yang tinggal di rumah? (2) Bagaimanakah keragaman tingkat kemandirian siswa MAN 3 Malang yang tinggal di Asrama? (3) Adakah perbedaan tingkat kemandirian siswa MAN 3 Malang yang tinggal di rumah dengan yang tinggal di Asrama.

Tujuan penelitian ini adalah (1) Diperoleh deskripsi mengenai keragaman tingkat kemandirian siswa MAN 3 Malang yang tinggal di rumah. (2) Diperoleh deskripsi mengenai keragaman tingkat kemandirian siswa MAN 3 Malang yang tinggal di Asrama. (3) Diperoleh deskripsi mengenai perbedaan tingkat kemandirian siswa MAN 3 Malang yang tinggal di rumah dengan yang tinggal di Asrama.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan deskriptif komparatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa MAN 3 Malang yang tinggal di rumah dan siswa yang tinggal di asrama. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratifield proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala kemandirian. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan persentase tingkat kemandirian siswa yang tinggal di rumah sedikit (37,7%) pada tingkat kemandirian tinggi, banyak (61,4%) pada tingkat kemandirian sedang dan sangat sedikit (9%) pada tingkat kemandirian rendah. Untuk tingkat kemandirian siswa yang tinggal di asrama banyak (70,1%) pada tingkat kemandirian tinggi, sedikit (29,9%) pada tingkat kemandirian sedang dan sangat sedikit (0%) siswa yang berada pada tingkat kemandirian rendah. Sedangkan uji T diketahui bahwa nilai p sebesar 0,000 < 0,05 diartikan hipotesis berbunyi ada perbedaan tingkat kemandirian siswa MAN 3 Malang yang tinggal di rumah dan yang tinggal di asrama dapat di terima.

Bertitik tolak dari hasil penelitian ini, diajukan saran (1) hendaknya konselor memberikan layanan konseling kepada siswa yang memiliki tingkat kemandirian rendah serta dapat menjadikan asrama sebagai alternatif membantu siswa yang berada pada kategori tersebut. Konselor juga dapat memberikan layanan pemeliharaan dan pengembangan bagi siswa yang berada pada kategori tingkat kemandirian tinggi. (2) Khususnya peneliti dengan topik yang sama hendaknya menggunakan instrumen pengumpul data yang lain seperti observasi dan wawancara sehingga dapat diperoleh data yang lebih lengkap dan akurat.