SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Dukungan Sosial dan Konflik Peran Ganda pada Pegawai Wanita di Kantor Bupati Pasuruan

Meilina Puspita Dewi

Abstrak


ABSTRAK

 

Dewi, Meilina Puspita. 2010. Hubungan antara Dukungan Sosial dan Konflik Peran Ganda pada Pegawai Wanita di kantor Bupati Pasuruan. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed  (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi,  M.Psi.

 

Kata Kunci : dukungan sosial, konflik peran ganda, pegawai wanita

 

Pegawai wanita yang bekerja di kantor Bupati Pasuruan merupakan wanita yang berperan  ganda  yaitu  sebagai  pekerja  pemerintahan  dan  ibu  rumah  tangga.  Seringkali beban  yang  berlebihan  dan  tuntutan  akan  sempurna  pada  kedua  peran  menyebabkan konflik  peran  ganda.  Konflik  peran  ganda  adalah  pertentangan  yang  terjadi  saat melakukan  dua  peran  sekaligus  (keluarga  dan  pekerjaan)  yang  mana  terdapat  tuntutan untuk  sempurna  dalam  melakukan  peran-peran  tersebut  dan  peran-peran  itu  memuat harapan  dan  tanggung  jawab  yang  saling  bertentangan. Wanita  berperan  ganda  sangat membutuhkan dukungan sosial guna mengatasi konflik peran gandanya. Dukungan sosial adalah tersedianya bantuan yang berasal dari lingkungan sosial individu (suami, keluarga dan  teman) yang meliputi pemberian dalam hal emosi,  jaringan kelompok, penghargaan bantuan  nyata  serta  informasi  sehingga  individu  tersebut  merasa  diperhatikan diperdulikan,  dicintai,  dan  dihargai  yang  pada  akhirnya memberikan  efek  kenyamanan kelegaan dan menyenangkan pada penerima dukungan sosial.

Tujuan penelitian adalah 1) mengungkap deskripsi dukungan sosial yang didapat oleh pegawai wanita di kantor Bupati Pasuruan, 2) mengungkap deskripsi konflik peran ganda  yang  dialami  oleh  pegawai  wanita  di  kantor  Bupati  Pasuruan,  3)  mengungkap hubungan antara dukungan sosial dan konflik peran ganda pada pegawai wanita di kantor Bupati Pasuruan. 

Jenis  penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Karakteristik populasi penelitian ini adalah memiliki status sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Pasuruan, berjenis kelamin  wanita,  sudah menikah  dan  bekerja  dari  pukul  07.00 WIB sampai  15.00  WIB.  Populasi  penelitian  berjumlah  193  orang.  Pengambilan  sampel menggunakan  teknik  pusposive  random  sampling  didapatkan  jumlah  125  orang.

Instrumen  penelitian  adalah  skala  dukungan  sosial  dan  skala  konflik  peran  ganda.  Uji coba  instrumen  menghasilkan  30  item  valid  dengan  reliabilitas  0,926  pada  skala dukungan  sosial  dan  37  item  valid  dengan  reliabilitas  0,914  pada  skala  konflik  peran ganda.  Teknik  pengumpulan  data  menggunakan  skala,  dokumentasi  dan  wawancara. Teknik  analisis  data  menggunakan  analisis  deskriptif  dan  korelasi  product  moment Pearson.

Hasil penelitian ialah: (1) dukungan sosial yang didapat pegawai wanita di kantor Bupati Pasuruan  adalah  tinggi  (2)  konflik  peran  ganda  yang  dialami  pegawai wanita  di  kantor  Bupati  Pasuruan  adalah  rendah  (3)  ada  hubungan  negatif  antara dukungan sosial dan konflik peran ganda pada pegawai wanita di kantor Bupati Pasuruan. 

Saran yang diberikan adalah agar pegawai wanita tetap mempertahankan konflik peran  ganda  yang  rendah  sehingga  pegawai wanita  bisa menjalankan  perannya  dengan baik  dan menunjukkan  prestasi kerja  yang  baik  pula  dan  bagi  peneliti  selanjutnya  agar meneliti dengan lebih banyak variabel lain yang mempengaruhi konflik peran ganda dan menggunakan  lebih  banyak  subjek  penelitian  yang  berbeda-beda  dan  tempat  yang berbeda-beda pula misalnya  saja dengan meneliti konflik peran ganda pada  suami  yang tidak bekerja dan bertugas mengelola rumah tangga.