SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Teknik Self Monitoring dan Self Reinforcement untuk Mengurangi Perilaku Off Task Siswa SMP Negeri 20 Malang

Ratih Eka Puspitaningtias

Abstrak


ABSTRAK

 

Puspitaningtias, Ratih Eka. 2010. Keefektifan Teknik Self Monitoring dan Self Reinforcement untuk Mengurangi Perilaku Off Task Siswa SMP Negeri 20 Malang. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Triyono, M.Pd, (II) Dra. Henny Indreswari, M.Pd.

 

Kata Kunci : perilaku off task, self monitoring, self reinforcement.

 

Banyaknya kasus siswa SMP yang melakukan perilaku off task saat kegiatan belajar berlangsung dapat merugikan dirinya sendiri maupun temannya yang lain serta mengganggu proses kegiatan pembelajaran. Bimbingan bagi siswa yang berperilaku off task diperlukan untuk mengurangi perilaku siswa tersebut agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai tujuan belajar. Dalam hal ini, siswa dibantu untuk melakukan pemantauan diri (self monitoring) dan pemberian penguatan diri (self reinforcement) atas perilakunya dalam mendukung tujuan belajar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik self monitoring dan self reinforcement untuk mengurangi perilaku off task siswa SMP Negeri 20 Malang. Hipotesis dari penelitian ini adalah teknik self monitoring dan self reinforcement efektif untuk mengurangi perilaku off task siswa SMP Negeri 20 Malang.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experimental research) dengan menggunakan desain eksperimen kasus tunggal (single case experimental design) jenis AB. Subyek penelitian adalah tiga orang siswa yang berperilaku off task yaitu mengganggu teman dengan karaketristik perilaku: 1) memainkan alat tulis di sekitar temannya, 2) meminjam atau mengambil alat tulis temannya tanpa izin, dan 3) berbicara hal-hal di luar materi pelajaran yang dapat merugikan temannya. Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah teknik self monitoring dan self reinforcement sedangkan variabel terikatnya adalah perilaku off task.

Prosedur penelitian dimulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan analisis data melalui fase A dan fase B. Ada dua macam data yang diambil dalam penelitian ini yaitu data frekuensi dan data durasi melalui sistem pencatatan observasi (observational recording system) sebagai instrumen untuk pengambilan data. Berdasarkan perhitungan reliabilitasnya, dapat dijelaskan bahwa hasil analisis reliabilitas instrumen penelitian menunjukkan koefisien reliabilitas berkisar 80% ke atas. Hasil data yang diperoleh berupa grafik yang digambar dalam visual inspection dan diinterpretasikan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perubahan perilaku off task yang dimunculkan oleh ketiga subyek penelitian selama diberi treatment, semuanya mengalami penurunan 50% sampai 83,1%. Persentase perubahan tersebut mengandung pengertian bahwa teknik self monitoring dan self reinforcement efektif untuk mengurangi perilaku off task siswa.

Dari hasil penelitian ini, disarankan kepada konselor agar dapat membantu siswa untuk mengurangi perilaku off task para siswa dengan menggunakan format teknik self monitoring dan self reinforcement yang ada, sehingga siswa dapat mencapai perilaku on task sesuai tujuan pembelajaran. Konselor juga diharapkan dapat bekerjasama dengan guru atau wali kelas untuk memberi dukungan atas perilaku yang telah dilakukan siswa setelah mendapatkan treatment dari konselor. Kepala sekolah diharapkan dapat memfasilitasi dan bekerjasama dengan konselor untuk mengembangkan program Bimbingan dan Konseling terutama layanan bimbingan belajar para siswa agar siswa dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Guru atau wali kelas diharapkan dapat meningkatkan strategi pembelajaran yang digunakan karena seiring dengan hal tersebut siswa dapat terbantu untuk meningkatkan perilaku on task dan mengurangi perilaku off task saat kegiatan belajar berlangsung. Untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya penelitian eksperimen ini dapat dikembangkan dengan meningkatkan desain yang ada, misalnya ABA, ABAB, ataupun ABABC. Perilaku yang diteliti sebaiknya juga tidak hanya perilaku mengganggu teman dengan subyek penelitian yang berjenis kelamin sama tetapi dapat meneliti siswa yang berjenis kelamin berbeda untuk mendapatkan data yang beragam serta hasil perubahan perilaku yang berbeda.