SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Persepsi Terhadap Keharmonisan Keluarga dengan Kecenderungan Perilaku Agresi pada Remaja di SMK PGRI Gresik

Dini Nurwindyastuti

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurwindyastuti, Dini. 2010. Hubungan antara Persepsi terhadap Keharmonisan Keluarga dengan Kecenderungan Perilaku Agresi pada Remaja di SMK PGRI Gresik. Program Studi Psikologi, Program Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si., (II) Hetti Rahmawati, S.Psi, M.Si

Kata Kunci : persepsi terhadap keharmonisan keluarga, kecenderungan perilaku agresi, remaja

 

Tindakan agresi yang dilakukan oleh para remaja seperti tawuran dan pengrusakan fasilitas umum merupakan fenomena yang banyak terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara persepsi terhadap keharmonisan keluarga dengan kecenderungan perilaku agresi pada remaja di SMK PGRI Gresik.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 85 siswa kelas X yang diambil dengan teknik Cluster Random Sampling. Data persepsi keharmonisan keluarga dikumpulkan dengan skala persepsi keharmonisan keluarga (koefisien validitas berkisar antara 0.3 – 0.797 dan koefisien reliabilitas sebesar 0.907) dan data kecenderungan perilaku agresi dikumpulkan dengan skala kecenderungan perilaku agresi (koefisien validitas berkisar antara 0.3 – 0.725 dan koefisien reliabilitas sebesar 0.908). Data dianalisis menggunakan korelasi Product Moment.  

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara persepsi terhadap keharmonisan keluarga dan kecenderungan perilaku agresi (r = -0,804, p = 0.000). Hal ini berarti, semakin positif persepsi remaja mengenai keharmonisan keluarganya, maka semakin rendah kecenderungan remaja untuk berperilaku agresi, dan sebaliknya. Bagi peneliti selanjutnya, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh persepsi keharmonisan keluarga terhadap kecenderungan perilaku agresi, dengan melibatkan variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi kecenderungan perilaku agresi pada remaja. Bagi sekolah, bekerja sama dengan peneliti mengadakan pelatihan pengembangan empati serta pelatihan pengelolaan amarah yang bertujuan untuk mereduksi kecenderungan perilaku agresi pada remaja. Bagi orangtua, menciptakan kondisi keluarga yang harmonis agar membentuk persepsi yang positif pada remaja. Bagi subjek penelitian, hendaknya lebih mampu mengontrol emosi dan mengikuti pelatihan-pelatihan yang yang diadakan oleh sekolah.