SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI, PENGHARGAAN DIRI, DAN KECENDERUNGAN PERILAKU NARSISTIK REMAJA PEREMPUAN DI SMA

Iswari Kartika Pratiwi

Abstrak


ABSTRAK

 

Pratiwi,  Iswari Kartika.  2010. Hubungan  antara Kepercayaan Diri, Penghargaan Diri,  dan  Gangguan  Perilaku  Narsistik  pada  Remaja  Putri  di  SMA. Program  Studi  Psikologi,  Jurusan  Bimbingan  Konseling  dan  Psikologi, Fakultas  Ilmu  Pendidikan,  Program  Sarjana  Universitas  Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed (2) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi

 

Kata  Kunci:  kepercayaan  diri,  penghargaan  diri,  gangguan  perilaku  narsistik, remaja

 

Masa  remaja merupakan masa peralihan yang salah satunya ditandai oleh perubahan pubertas yang ditandai oleh perubahan  fisik dan psikis. Permasalahan akibat  perubahan  fisik  banyak  dirasakan  oleh  remaja  sehingga  berpengaruh terhadap  kepercayaan  diri mereka.  Selain  permasalahan  fisik,  faktor  lingkungan sangat mempengaruhi  seorang  remaja.  Penerimaan  dan  penghargaan  dari  teman sebaya  sangat  mempengaruhi  penghargaan  diri  remaja.  Kesalahan  dalam mengembangkan kepercayaan diri dan penghargaan diri  ini dapat mengakibatkan gangguan perilaku narsistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan antara  tingkat  kepercayaan  diri  dan  menghargai  diri  dengan  kecenderungan perilaku narsisitik pada remaja perempuan di SMA Negeri 8 Malang.

 

Hipotesis  penelitian  ini  adalah:  ada  hubungan  antara  kepercayaan  diri, penghargaan diri dan gangguan perilaku narsistik pada remaja perempuan di SMA Negeri  8  Malang.  Alat  pengumpul  data  pada  penelitian  ini  yaitu  dengan menggunakan  Skala  Kepercayaan  Diri,  Skala  Penghargaan  Diri  (adaptasi  dari CSEI),  dan  Skala  Perilaku  Narsistik.  Penelitian  ini  bersifat  deskriptif  dan korelasional, pengambilan sampel dilakukan dengan  teknik stratifikasi sampling. Tehnik  analisis  data menggunakan  analisis  deskriptif,  analisis  korelasional,  dan

analisis regresi berganda.

 

Berdasarkan  hasil  prosentase,  tingkat  kepercayaan  diri  berada  pada kategori tinggi, tingkat penghargaan diri berada pada kategori rendah, dan tingkat gangguan  perilaku  narsistik  berada  pada  kategori  tinggi. Data  dianalisis  dengan menggunakan  rumus  Product  Moment.  Hasil  penelitian  menunjukkan  ada hubungan  antara  kepercayaan  diri  dan  gangguan  perilaku  narsistik  (r=0,583, p=0.000), ada hubungan antara penghargaan diri dan gangguan perilaku narsistik (r=0,323, p=0,016), dan ada hubungan antara kepercayaan diri, penghargaan diri, dan  gangguan  perilaku  narsistik  (r=0,600,  p=0,000).  Hal  ini  berarti,  semakin tinggi tingkat kepercayaan diri dan penghargaan diri maka semakin tinggi tingkat gangguan  perilaku  narsistik.  Kepercayaan  diri  dan  penghargaan  diri  remaja banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, terutama keluarga dan teman sebaya. Adanya  penerimaan  dan  pujian  dari  keluarga  dan  orang  lain  dapat mengembangkan kepercayaan diri  dan penghargaan dirinya. Ketika  hal  ini  tidak dapat  dikontrol  dengan  baik,  maka  remaja  tersebut  dapat mengalami  gangguan perilaku  narsistik. Gangguan  perilaku  narsistik  sering menyerang  remaja  karena kurang  kuatnya  kontrol  moral  yang  dimiliki  oleh  remaja.  Oleh  karena  itu, diperlukan kontrol yang baik pada diri  remaja agar dapat tetap mencintai dirinya namun tidak sampai mengalami gangguan perilaku narsistik.