SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Dinamika Emosi Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi dalam Pengambilan Keputusan Karier

Rahmawati Irsalina

Abstrak


Rahmawati, Irsalina. 2019. Dinamika Emosi Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi dalam Pengambilan Keputusan Karier. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Dr. Muslihati, S,Ag.,M.Pd

Kata Kunci : dinamika emosi, anak berkebutuhan khusus, keputusan karier

Siswa berkebutuhan khusus memiliki dinamika emosi yang berbeda dengan siswa normal lainnya. Mereka membutuhkan perhatian dan penerimaan diri agar dapat mengendalikan emosinya dalam hal penentuan karier. Dinamika emosi dapat ditemukan dalam keadaan tertentu dan dapat dijumpai pada siswa berkebutuhan khusus, bukan hanya siswa normal. Penelitian ini mendeskripsikan pengambilan keputusan karier siswa berkebutuhan khusus dan mendeskripsikan dinamika emosi siswa berkebutuhan khusus dalam pengambilan keputusan karier.

Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 2 Malang. Subjek penelitian terdiri dari dua siswa berkebutuhan khusus kategori tunarungu. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus yang uraian dan penjelasan secara komprehensif mengenai individu. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan instrument observasi, wawancara dengan informan kunci yaitu dua orang subjek siswa berkebutuhan khusus, informan tambahan yaitu dari guru pembimbing khusus dan guru bimbingan dan konseling serta dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, data display dan menarik kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua subjek memiliki dinamika emosi yang berbeda. Dalam pengambilan keputusan karier siswa berkebutuhan khusus mengalami dinamika emosi positif dan emosi negatif. Adanya pengalaman emosi ketika menghadapi suatu kejadian itu yang mengakibatkan perbedaan dengan siswa berkebutuhan khusus lain nya. Perbedaan ini terjadi karena akibat dari reaksi fisiologis yang dirasakan, penilaian kognitif, pengalaman emosi dan reaksi emosi. Dinamika emosi tersebut akan selalu muncul hingga akhirnya siswa berkebutuhan khusus dapat menentukan tujuan dan menerima dengan ikhlas kenyataan bahwa diri nya berbeda dengan siswa regular lain nya. Siswa berkebutuhan khusus dalam hal menentukan karier nya mengalami kecemasan, ketakutan dan lain nya, hal itu merupakan sebuah proses..

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, terdapat beberapa saran terkait penelitian ini.  Konselor disarankan dapat memberikan bimbingan kepada siswa berkebutuhan khusus dalam mengembangkan poteni yang dimiliki, sehingga mereka mampu menentukan apa yang dilakukannya dengan lebih terarah. Bagi Mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling, hasil dari penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai kondisi siswa berkebutuhan khusus, sehingga mahasiswa dapat mempersiapkan pemhaman, mental dan skill untuk terjun di dunia kerja. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan indikator lain terkait dengan siswa berkebutuhan khusus.