SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Panduan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Adversity Quotient Siswa Kelas 10 SMKN 5 Malang

Nur Rochmaningsih Adinda Alfi

Abstrak


RINGKASAN

Nur Rochmaningsih, Adinda Alfi. 2019. Pengembangan Panduan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Adversity Quotient Siswa SMK. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd, (II) Dr. Arbin Janu Setiyowati, S.Pd, M.Pd.

 

Kata kunci : Bimbingan Kelompok, Sosiodrama, Adversity Quotient

Adversity quotient adalah kecerdasan seseorang dalam menghadapi rintangan atau kesulitan secara teratur, yang dapat memperbaiki respon individu terhadap kesulitan. Adversity quotient menggambarkan pola tingkah laku seseorang dalam menghadapi kesulitan. Siswa di sekolah terkadang mengalami beberapa masalah atau kondisi sulit yang dapat menghambat proses belajar. Masalah tersebut terjadi bisa dipengaruhi oleh faktor internal atau eksternal yang mengakibatkan menurunnya semangat belajar serta optimis siswa. Oleh karena itu kemampuan siswa dalam menghadapi kesulitan/adversity quotient diperlukan agar siswa memiliki ketahanan dalam menghadapi masalah. Penelitian ini berdasarkan hasil studi pendahuluan di SMKN 5 Malang diketahui permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar siswa kelas X dalam menghadapi tantangan atau kesulitan cenderung pesimis dengan kemampuannya memecahkan masalah. Siswa menunjukkan perilaku menyimpang sebagai bentuk penghindaran terhadap situasi sulit yang dihadapi seperti membolos, tidak mengerjakan tugas, merokok di sekolah, dan meninggalkan kelas tanpa izin. Masalah siswa yang kompleks ini membutuhkan bimbingan yang sifatnya preventif sehingga siswa dapat menemukan perilaku baru dalam menghadapi kesulitan dan dapat mencari solusi yang tepat dalam menghadapi tantangan dan kesulitan yang dihadapi.

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan buku panduan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk meningkatkan adversity quotient siswa SMK. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model penelitian pengembangan Borg & Gall yang telah diadaptasi, tahapan tersebut adalah

(1) perencanaan, identifikasi kebutuhan,

(2) pengembangan produk awal,

(3) uji coba produk,

(4) revisi produk,

(5) produk akhir.

Produk diuji berdasarkan aspek keberterimaan produk yang dikembangkan menjadi instrumen penilaian oleh peneliti. Instrumen penelitian berupa angket/kuisioner. Subjek uji coba dibagi menjadi dua yaitu uji coba produk awal dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, sedangkan uji lapangan terbatas oleh calon pengguna produk yaitu konselor. Data yang diperoleh dari penilaian produk berupa data kuantitatif atau skor penilaian dan data kualitatif berupa masukan dan saran dari subjek uji coba dan calon pengguna produk. Analisis data kuantitatif menggunakan perhitungan rerata/mean dan data kualitatif dianalisis secara deskriptif.

Berdasarkan hasil uji ahli materi oleh ahli BK diperoleh data kuantitatif berupa skor total 89 dengan rata-rata 3,17 dan ahli media pembelajaran diperoleh skor total 95 dengan rata-rata 3,95. Hal ini menunjukkan bahwa buku panduan yang dikembangkan memiliki indeks dengan validitas tinggi, yaitu layak digunakan. Sedangkan data kualitatif berupa saran dari para ahli yaitu secara umum panduan sudah bagus, perbaiki kesalahan penulisan, perjelas petunjuk penggunaan panduan serta pemilihan tema sebaiknya kekinian dijadikan pertimbangan dalam evaluasi produk. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah produk buku panduan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama untuk meningkatkan adversity qutotient siswa telah memenuhi aspek keberterimaan secara teoritis dan praktis. Saran untuk penelitian ini adalah sebelum menggunakan panduan hendaknya pengguna membaca petunjuk penggunaan sehingga pemberian layanan peningkatan adversity quotient siswa SMK dapat digunakan secara optimal.

 

SUMMARY

Nur Rochmaningsih, Adinda Alfi. 2019. Guidance Guideline Development Group with Sociodramas Techniques to Improve Vocational students Adversity Quotient. Thesis, Department of Guidance and Counseling, Faculty of Education, State University of Malang. Advisor (I) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd, (II) Dr. Arbin Janu Setiyowati, S.Pd, M.Pd.

 

Keywords : Guidance Group, Sociodrama, Adversity Quotient.

The adversity quotient is someone's intelligence in facing obstacles or difficulties regularly, which can improve an individual's response to difficulties. The adversity quotient describes a person's behaviors patterns in the face of difficulties. Students at school sometimes experience some difficult problems or conditions that can hinder the learning process. These problems occur can be influenced by internal or external factors that result in decreased learning enthusiasm and optimistic students. Therefore students' ability to face adversity quotient is needed so that students have resilience in facing problems. This study is based on the results of a preliminary study at Malang Vocational High School 5 that the problems faced by most students in class X in facing challenges or difficulties tend to be pessimistic about their ability to solve problems. Students show deviant behavior as a form of avoidance of difficult situations faced such as skipping, not doing assignments, smoking in school, and leaving the class without permission. This complex student problem requires preventive guidance so students can find new behaviors in the face of difficulties and can find the right solutions in facing challenges and difficulties faced.

The purpose of this research and development is to produce a group guidance book with sociodrama techniques to improve the adversity quotient of vocational students. This research and development use the Borg & Gall development research model that has been adapted, the stages are

(1) planning, identification of needs,

(2) initial product development,

(3) product testing,

(4) product revision,

(5) product end.

Products are tested based on product acceptance aspects developed into instruments of assessment by researchers. The research instrument was in the form of a questionnaire. The subject of trial was divided into two: namely the initial product trial was carried out by material experts and media experts, while the field test was limited by prospective product users, namely the counselor. Data obtained from product assessment in the form of quantitative data or assessment scores and qualitative data in the form of input and suggestions from trial subjects and prospective users of the product. Quantitative data analyzed using a calculation of mean and qualitative data is analysed descriptively.

Based on the results of the material expert test by BK experts, quantitative data in the form of a total score of 89 with an average of 3.17 and experts in learning media obtained a total score of 95 with an average of 3.95. This shows that the guidebook developed has an index with high validity, which is feasible to use. While the qualitative data in the form of advice from experts, in general, the guidelines are good, correct writing errors, clarify instructions for using the guide and select themes should be used as a consideration in product evaluation. The conclusion obtained in this study is the product of the group guidance book with socio-drama techniques to improve adversity quotient students have met the theoretical and practical aspects of acceptability. The suggestion for this study is that before using the guidelines, users should read the instructions for use so that the provision of services to improve the adversity quotient of Vocational students can be used optimally.