SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Fenomenologi Kepercayaan Diri Santri Pembelajaran Tahfizh Qur'an Tematik (TQT) di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang

Elnur Ning Fuadah Karimah

Abstrak


RINGKASAN

Elnur, Ning Fuadah Karimah. 2019. Studi Fenomenologi Kepercayaan Diri Santri Pembelajaran Tahfizh Qur’an Tematik (TQT) di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Arbin Janu Setiyowati, M. Pd., (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd.

 

Kata Kunci : kepercayaan diri, pendidikan nonformal, anak-anak, tahfizh qur’an tematik, strategi

Kepercayaan diri merupakan aspek penting dalam diri setiap orang karena menjadi salah satu tonggak untuk meraih kesuksesan. Kepercayaan diri akan lebih baik jika dikembangkan sejak masa kanak-kanak. Faktor yang mendukung kepercayaan diri ada tiga, yaitu pola asuh, pendidikan formal, dan pendidikan nonformal. Ketika pola asuh orang tua dan pendidikan formal tidak mampu memfasilitasi perkembangan kepercayaan diri, maka pendidikan nonformal yang memiliki tugas untuk mengembangkannya. Tahfizh Qur’an Tematik di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang merupakan salah satu penyelenggara pendidikan nonformal keagamaan. Kegiatan prapenelitian yang dilakukan peneliti, menemukan adanya perkembangan kepercayaan diri pada santri TQT. Perkembangan tersebut didukung oleh perlakuan dari pengajar kelas. Proses memfasilitasi perkembangan kepercayaan diri santri menunjukkan suatu upaya pengajar kelas melakukan bimbingan dan konseling. Kondisi ini menjadi suatu hal yang menarik untuk diketahui lebih dalam, makna dari proses yang dialami santri dalam mengembangkan kepercayaan diri.

Fokus penelitian untuk mengungkapkan

(1) kepercayaan diri santri TQT di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang,

(2) proses perkembangan kepercayaan diri santri TQT di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang,

(3) strategi pembelajaran TQT di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang dalam mendukung perkembangan kepercayaan diri santri, dan

(4) makna pembelajaran TQT di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang dalam perkembangan kepercayaan diri santri.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di Gazebo Literasi sebagai pusat pembelajaran Tahfizh Qur’an Tematik (TQT), di kantor Yayasan Bait Al-Hikmah, dan di rumah subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu subjek primer yang terdiri dari santri yang mengalami perkembangan kepercayaan diri dan pengajar dari santri yang mengalami perkembangan kepercayaan diri selama pembelajaran TQT. Penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam pada subjek dengan didukung observasi dan studi dokumentasi. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan metode analisis feomenologi dari Mountakas.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa santri pembelajaran Tahfizh Qur’an Tematik (TQT) di Yayasan Bait Al-Hikmah Malang, mengalami perkembangan pada sebagian besar aspek kepercayaan diri dengan dukungan dari lingkungan pembelajaran TQT. Proses perkembangan kepercayaan diri santri diawali dengan menyadari jika belum memiliki kepercayaan diri, berkeinginan untuk memiliki kepercayaan diri, berani mencoba melakukan untuk memiliki pengalaman, memiliki kepribadian sesuai proses perkembangan, mengetahui potensi diri yang paling kuat untuk memaksimalkan hasil, berinteraksi dengan orang lain, pemberian reinforcement melejitkan perkembangan, dan membangun self-reinforcement. Strategi pembelajaran yang diterapkan Tahfizh Qur’an Tematik (TQT) dalam menangani santri yang memiliki kepercayaan diri yang rendah sudah melakukan implementasi bimbingan dan konseling, yaitu asesmen, layanan bimbingan kelompok berupa outbound dan games, dan kolaborasi bersama wali santri. Makna pembelajaran Tahfizh Qur’an Tematik (TQT) bagi santri dalam perkembangan kepercayaan dirinya, santri merasa terbantu dengan pembelajaran yang diterapkan. Santri tidak hanya menambah hafalan dan pemahaman alquran, namun mereka juga mengalami perkembangan kepercayaan dirinya dan memberikan dampak pada kegiatan mereka di lingkungan lain (sekolah dan rumah).

Saran bagi Sekretaris Jenderal Pendidikan Nasional, penelitian ini menggambarkan suatu kondisi kepercayaan diri anak-anak yang mampu berkembang dengan dukungan pada ranah pendidikan nonformal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mengkaji lebih dalam mengkaji lebih dalam pembuatan kebijakan pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam ranah pendidikan nonformal. Bagi konselor, hasil penelitian yang menunjukkan bahwa santri masih minim terfasilitasi dalam perkembangan kepercayaan dirinya, maka bisa melakukan tindakan yang telah dilakukan di TQT. Konselor melakukan strategi yang telah dilakukan di TQT dalam mendukung perkembangan kepercayaan diri santri, dapat diterapkan dalam ranah pendidikan formal. Bagi Yayasan Bait Al-Hikmah Malang, pelaksanaan pembelajaran yang diterapkan dalam program Tahfizh Qur’an Tematik (TQT) reguler, mampu membantu santri dalam meningkatkan kepercayaan diri mereka. Diharapkan strategi berupa layanan bimbingan kelompok dan kolaborasi dengan wali santri yang telah dilakukan dapat terus dilaksanakan, serta perlu mengembangkan layanan-layanan bimbingan dan konseling lainnya agar mampu tercipta lingkungan yang memfasilitasi perkembangan santri. Bagi peneliti selanjutnya, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tetang perkembangan kepercayaan diri dan strategi pengembangannya dalam ranah yang lebih luas, karena penelitian ini dilakukan dalam lingkup penelitian yang kecil.