SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Konseling kelompok Realita Menggunakan Latihan Asertif Untuk Menurunkan School Refusal Siswa SMAN 2 Trenggalek

Rahman Bagas A

Abstrak


Rahman, B. A. 2019. Keefektifan Konseling Kelompok Realita dengan Latihan Asertif untuk Mengurangi School Refusal Siswa SMAN 2 Trenggalek. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1). Dr. H. Triyono, M. Pd., (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.

 

Kata Kunci : konseling kelompok realita, latihan asertif, school refusal.

School refusal merupakan penolakan anak untuk pergi ke sekolah sampai jam sekolah berakhir. Sumber penyebab school refusal antara lain, faktor dari siswa, lingkungan sekolah, lingkungan keluarga. Salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk menurunkan school refusal adalah konseling kelompok realita menggunakan teknik latihan asertif. Latihan asertif dapat membantu siswa menolak ajakan teman untuk membolos dan berani mengungkapkan pendapat, dan perasaannya tanpa mengurangi hak orang lain. Konseling kelompok realita membantu dalam pencapaian identitas sukses. Hal ini terikat pada konsep 3R, yaitu dimana individu dapat menerima kondisi yang dihadapinya, dicapainya dengan doing, thinking, feeling, dan menunjukkan respon-respon fisiologis secara bertanggung jawab (responsibility), sesuai realita (reality), dan benar (right). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok realita menggunakan teknik latihan asertif untuk mengurangi perilaku school refusal siswa SMA.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre-experimental dengan model one gruppretest posttest. Subjek penelitian siswa SMAN 2 Trenggalek Kelas X IPS. Subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling atau berdasarkan siswa yang pernah melakukan school refusal. Subjek penelitian siswa SMAN 2 Trenggalek Kelas X IPS. Subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling atau berdasarkan pertimbangan tertentu. Instrumen yang digunakan berupa angket school refusal dan instrumen perlakuan yaitu pedoman konseling. Analisis dalam penelitian ini adalah analisis data individual yaitu dengan melihat perbandingan skor rata-rata school refusal pada setiap subjek setelah diberikan intervensi dan analisis data kelompok menggunakan analisis statistic uji wilcoxon.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan skor rata-rata school refusal pada setiap subjek, dimana skor rata-rata school refusal subjek cenderung menurun. Selain itu berdasarkan analisis statistic wilcoxon, diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,41 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti bahwa konseling kelompok realita menggunakan teknik latihan asertif memberikan pengaruh untuk menurunkan school refusal siswa SMA.

 

Saran untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan kelompok kontrol sebagai perbandingan hasil penelitian. Selain itu, saran untuk konselor, konseling kelompok realita menggunakan latihan asertif dapat digunakan sebagai salah satu penerapan konseling untuk menurunkan school refusal siswa SMA, yang mana telah terbukti efektif.