SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kebermaknaan Hidup Remaja yang Mengalami Broken Home(Studi Kasus Siswa di SMA Kota Malang)

RAHMAWATI NINDA HIDAYATUL

Abstrak


ABSTRAK

Rahmawati, Ninda Hidayatul. 2019. Kebermaknaan Hidup Remaja yang Mengalami Broken Home (Studi Kasus Siswa di SMA Kota Malang). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling , Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang,

Pembimbing:

(I) Dr. Carolina Ligya Radjah, M. Kes,

(II) Dr. Henny Indreswari, M. Pd.

 

Kata Kunci: kebermaknaan hidup, broken home, SMA Kota Malang

Makna hidup merupakan nilai khusus yang dimiliki seseorang yang dirasa penting, benar, dan berharga sebagai tujuan hidup. Ketika seseorang menemukan kebermaknaan dalam hidupnya maka dia akan memiliki gairah dan semangat untuk mencapai tujuan dalam hidup, begitupun sebaliknya ketika seseorang tidak memiliki makna dalam hidupnya maka dia akan terpuruk dan kecewa dengan kehidupan yang dia jalani. Makna hidup dapat ditemukan dalam setiap keadaan, tidak saja dalam keadaan yang menyenangkan, tetapi makna hidup juga dapat dijumpai di kondisi yang menyakitkan. Fokus penelitian ini adalah mendeskripsikan kebermaknaan hidup, serta proses penghayatan makna hidup yang dilakukan oleh remaja broken home, sehingga dapat menemukan tujuan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Kota Malang, Jawa Timur. Subjek penelitian ini adalah remaja yang mengalami broken home dan bersekolah di SMA tersebut yang berjumlah delapan orang subjek. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang uraian dan penjelasan komprhensif mengenai berbagai aspek seorang individu, suatu kelompok, suatu organisasi suatu program, atau suatu situasu sosial. Untuk mengetahui pengalaman dari subjek dan guna memperoleh data yang mendalam, digunakan pengumpulan data melalui observasi, studi dokumentasi, wawancara dengan subjek utama, teman dekat, guru BK, wali kelas, dan keluarga. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi fenomenal, reduksi editik, dan reduksi transedental. Hasil dari penelitian ini merujuk pada dua kecenderungan yang berbeda. Enam subjek mampu menunjukkan kebermaknaan dalam hidupnya yang tercermin ke dalam tiga nilai yaitu nilai kreatif yang ditunjukkan remaja broken home melalui karya dan prestasi yang dihasilkan di balik himpitan masalah yang mereka alami, nilai penghayatan digambarkan melalui ketaatan nilai-nilai kehidupan yang berupa nasihat yang disampaikan oleh orangtua, serta melaksanakan kewajiban beribadah kepada Tuhannya. Nilai yang ketiga adalah nilai sikap yang tercermin dari rasa tabah dan pasrah kepada Tuhan dengan berfikir bahwa yang diterima adalah ujian bagi mereka, berani menghadapi masalah yang datang serta mencari hikmah yang terjadi dari kejadian tersebut, selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan. Sedangkan dua subjek yang lain menunjukkan penghayatan yang sebaliknya, mereka belum mampu menemukan kebermaknaan dalam hidupnya dan memaknai nilai-nilai kehidupan. Hal tersebut tercermin dari perilaku mereka yang sering melanggar peraturan, mengabaikan kewajiban untuk beribadah, maupun menunaikan tugas dari sekolah, ketika menghadapi masalah pun mereka tidak segera menyelesaikan dan menggunakan berbagai cara, termasuk menggunakan kekerasan. Proses pemaknaan hidup tidak dilakukan dengan cara yang instan, akan tetapi ada beberapa tahap yang harus di lalui. Tahapan tersebut diawali dengan tahap derita, penerimaan diri, mengenali baik dan buruknya kondisi hidup, menemukan makna dalam hidupnya, dan terakhir tahap merealisasikan makna. Selain proses penghayatan, terdapat problematika yang dilalui dalam pencarian kebermaknaan hidup. Sebagaimana yang dialami oleh dua subjek yang belum bisa meyakini akan adanya makna hidup, problematika yang dialami menuntun mereka untuk membentuk pribadi yang kurang bertanggungjawab. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, terdapat beberapa saran terkait penelitian ini. Konselor disarankan dapat memberikan bimbingan kepada remaja yang mengalami broken home dalam mengembangkan makna hidupnya agar mereka mampu merancang tujuan hidup, sehingga mereka mampu menentukan apa yang dilakukannya dengan lebih terarah. Bagi Mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling, hasil dari penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai kondisi peserta didik di lapangan, sehingga mahasiswa dapat mempersiapkan mental dan skill untuk terjun di dunia kerja. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan indikator lain terkait dengan kebermaknaan hidup remaja broken home.

 

ABSTRACT

Rahmawati, Ninda Hidayatul. 2019. The Meaning of Life of Teenagers from Broken Home Families (a Case Study in Senior High School in Malang). Thesis, Department of Guidance and Counseling, faculty of Education, State University of Malang,

Supervisor:

(I) Dr. Carolina Ligya Radjah, M. Kes,

(II) Dr. Henny Indreswari, M. Pd.

 

Keywords: the meaning of life, broken home, Senior High School in Malang

 

The meaning of life is a special value that a person who has felt is important, true, and valuable as a life purpose. When a person finds it meaninglessness in his life then he will have the passion and the spirit to accomplish his goal in life, and vice versa when one has no meaning in his life then he will be upset and disappointed with life He lived. The meaning of life can be found in every circumstance, not only in a pleasant state, but the meaning of life can also be found in painful conditions. The focus of this research is to describe the abundance of life, as well as the process of life-meaning passion done by the young broken home, so as to find purpose and happiness in life. This research was conducted at Senior High School in Malang, East Java. The subject of this study was teenagers who suffered from broken home and attended the high school that numbered eight subjects. Researchers use qualitative approaches with phenomenological methods involving the experience of the subject. To find out the experience of the subject and to obtain in-depth data, use of data collection through observation, documentation study, interviews with main subjects, close friends, BK teachers, class guardians, and family. Data analysis is done through three phases: phenomenal reduction, editic reduction, and transedental reduction. The results of this study refer to two different tendencies. Six subjects were able to demonstrate a meaningfulness in his life that was reflected in three values which are the creative value demonstrated by teens broken home through works and achievements produced behind the problems they experienced, the value of is portrayed through the adherence of life's values of counsel delivered by the parents, and performing a duty of worship to his lord. The third value is the value of attitude reflected from steadfast and resignation to God by thinking that the accepted is a test for them, dare to face problems that come and seek the wisdom that occurs from the incident, always Grateful for what has been given. While the other two subjects show their opposite passion, they have not been able to find any meaninglessness in his life and to interpret the values of life. This is reflected in the behavior of those who often violate regulations, ignore obligations to worship, or perform tasks from the school, when faced with problems they do not immediately resolve and use various ways, including using violence. The process of life usage is not done in an instant way, but there are some steps to go through. The stage begins with the suffering stage, self-acceptance, recognizing the good and bad conditions of life, discovering meaning in his life, and the last stage of realizing the meaning. In addition to the process of passion, there are problems that are passed in the search for the meaningfulness of life. As experienced by two subjects that have not been able to believe in the meaning of life, the problematics lead them to form a less responsible person.Based on the results of the research obtained, there are some suggestions regarding this study. Counselors are advised to provide guidance to teenagers who experience broken home in developing their life meaning that they are able to design a life purpose, so that they are able to determine what it does in a more purposed way. For students of tutoring and counseling, the results of this research can give students an idea of the condition of students in the field, so that students can prepare the mental and skills to plunge in the workforce. Researchers are further advised to develop other indicators related to the meaningfulness of teenage living broken home.