SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PERBEDAAN PERILAKU AGRESI DAN INTERAKSI SOSIAL PADA NARAPIDANA WANITA BERDASARKAN LAMA MENGHUNI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN WANITA KELAS IIA MALANG

Febriana Kurnia Putri

Abstrak


ABSTRAK

 

Putri, Febriana Kurnia. 2010. Perubahan Perilaku Agresi dan Interaksi Sosial Pada Narapidana Wanita Berdasarkan Lama Menghuni  di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Malang Program Studi Psikologi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Alwisol, M. Pd (II)Diantiani Ida Viatre, S. Psi, M. Psi. 

Kata kunci: Perilaku Agresi, Interaksi Sosial, Narapidana Wanita, Lembaga pemasyarakatan

 

Perilaku agresi merupakan masalah yang dihadapi oleh semua orang dalam berbagai setting dan aktivitas  sosial. Salah satunya, narapidana yang berada dalam penjara.  Keterbatasan akses dalam penjara menyebabkan ketertekanan dan ketidakberdayaan selama menjalani masa penahanan.  Ketertekanan dan ketidakberdayaan mengembangkan perilaku maladaptif, salah satunya perilaku agresi. Perilaku agresi mengakibatkan kerugian pada korbannya, kerugian yang diakibatkan tidak hanya luka fisik namun berdampak psikologis. Keterbatasan akses  menyebabkan interaksi sosial yang buruk dalam penjara dapat memicu agresi. Maka, upaya meminimalkan perilaku agresi adalah membangun lingkungan yang nyaman dan kondusif bagi individu tersebut. Misalnya dengan membangun hubungan (interaksi) sosial yang baik antar  narapidana maupun staff penjara. Lembaga pemasyarakatan merupakan salah satu wadah  yang mengisolir narapidana dari dunia luar untuk mendapatkan pengayoman dan pendidikan dalam mengembangkan perilaku adaptif. Lama menghuni lembaga pemasyarakatan memberikan perbedaan perilaku agresi dan interaksi sosial. Lembaga pemasyarakatan membantu narapidana agar dapat berfungsi penuh dalam masyarakat.  Berdasarkan uraian diatas peneliti ingin mengetahui  apakah ada perbedaan perilaku agresi dan interaksi sosial berdasarkan lama menghuni lembaga pemasyarakatan.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif komparatif dengan menggunakan metode komparatif, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proporsonal sampling. Teknik analisis hipotesis yang digunakan adalah uji Kruskall wallis dan One Way Anova. Jumlah subjek berjumlah 50 narapidana. Penelitian menggunakan skala perilaku agresi dan angket sosiometri interaksi sosial  yang dikembangkan oleh peneliti, yang disusun berdasarkan bentuk perilaku agresi dari Bjorkqvist dan sosiometri interaksi social berdasarkan Smollar dan Younis.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan perilaku agresi dan  interaksi  sosial pada narapidana wanita berdasarkan lama menghuni  lembaga pemasyarakatan kelas IIA Malang dengan signifikansi pada 0,000