SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA SMA KATOLIK SANTO THOMAS AQUINO TULUNGAGUNG

PUTRI AYU NINGSIH

Abstrak


Siswa SMA berada pada masa remaja dimana masa yang paling banyak dipengaruhi oleh lingkungan dan teman-teman sebaya. Salah satu tugas perkembangan remaja adalah hubungan dengan teman sebaya. Kebutuhan untuk menjalin hubungan merupakan kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk sosial.  Untuk mencapai tugas perkembangan itu maka remaja perlu keterampilan komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri. Perbedaan karakteristik siswa dalam keterampilan komunikasi interpersonal dan kepercayaan diri yang menarik untuk dijadikan bahan penelitian. Selain itu hasil penelitian dapat digunakan sebagai sarana untuk membuat program layanan.

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk dapat mendiskripsikan tingkat kepercayaan diri siswa dan juga tingkat keretampilan komunikasi interpersonal siswa serta dapat mengetahui ada tidaknya hubungan antara kepercayan diri dan keterampilan komunikasi interpersonal.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif dan korelasional. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling yaitu kelas X, XI, dan XII dengan jumlah responden 168 siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen dengan menggunakan skala kepercayaan diri, Lauster dan skala keterampilan komunikasi interpersonal, Devito. Bentuk skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert dengan empat pilihan jawaban. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan program SPSS 20. Dalam menganalisis data digunakan korelasi Pearson Product Moment.

Hasil analisis deskriptif penelitian keterampilan komunikasi interpersonal menunjukkan bahwa 66% siswa pada kategori tinggi dan 34% siswa pada kategori sedang, sedangkan hasil analisis deskriptif penelitian kepercayaan diri menunjukkan bahwa  43% siswa pada kategori tinggi dan 57% pada kategori sedang. Variabel kepercayaan diri diperoleh nilai sig > 0,715 sedangkan variabel keterampilan komunikasi interpersonal diperoleh nilai sig > 0,587 yang keduanya memiliki nilai sig > 0,05, sehingga kedua variabel berdistribusi normal. Hasil analisis korelasional kedua variabel dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment menunjukkan bahwa diperoleh nilai koefisien korelasi 0,571 dengan probabilitas kesalahan 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Artinya terdapat hubungan antara kepercayaan diri dengan keterampilan komunikasi interpersonal. Dengan dibuktikan nilai sig 0,000˂0,05.

Keterampilan komunikasi interpersonal yang tinggi mengarah kepada kecendrungan siswa untuk dapat berkata jujur terhadap sesuatu yang disampaikan, mampu bertukar pikiran dengan orang lain, mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain, menjadi pendengar yang baik, memahami orang lain secara emosional maupun intelektual, sedapat mungkin untuk menerima hasil karya orang lain, menghargai perbedaan pendapat, mau memuji orang lain, dan berpikir positif terhadap orang lain. Orang yang memiliki kepercayaan diri dapat dilihat ketika melakukan sesuatu dengan sungguh-sunguh, pantang menyerah, berpikir positif tentang keberhasilan, menyampaikan apa yang dipikirkan tanpa ragu-ragu, berani dalam mengambil keputusan dan menghargai perbedaan. Keterampilan komunikasi interpersonal dirasa sangat penting untuk membentuk kepribadian individu karena sifatnya yang interpersonal. Kepercayaan diri juga sangat dibutuhkan dalam berkomunikasi, karena rasa diakui dan diperhatikan dalam berkomunikasi akan dimiliki apabila ada rasa percaya diri. Individu yang percaya diri akan bersikap optimis dengan yang akan dilakukannya. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa keterampilan komunikasi interpersonal dapat berhubungan dengan kepercayaan diri dalam kehidupan sehari-hari.

Saran bagi konselor berdasarkan hasil penelitian. Konselor hendaknya tetap memberikan pengarahan dan bimbingan, sehingga siswa yang memiliki keterampilan komunikasi interpersonal tinggi dan kepercayaan diri tinggi akan bisa menunjukkan perilaku yang positif.  Selain itu layanan kolaborasi konselor dengan guru mata pelajaran dan juga wali kelas dimaksudkan untuk pemantauan sesuai dengan karakteristik masing-masing siswa dan sekaligus membantu menyalurkan bakat dan minat siswa dalam bidangnya. Konselor diharapkan dapat mengembangkan program layanan bimbingan pribadi dan sosial yang mampu membantu meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi interpersonal, sedangkan peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian pengembangan dengan merancang panduan yang dapat digunakan siswa dan konselor dalam mengimplementasikan layanan pribadi dan sosial, selain itu menggunakan metode yang variatif. Peneliti selanjutnya juga dapat mengembangkan beragam strategi dalam mengimplementasikan panduan program layanan pribadi dan sosial. Diharapkan juga hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan bacaan untuk peneliti selanjutnya yang menggunakan variabel serupa.