SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

pengembangan media pemantauan diri (self monitoring) dan kendali stimulus (stimulus control) untuk meningkatkan keterampilan komunikasi

Veni Dona Ayu Nita

Abstrak


ABSTRAK

 

Nita, Veni Dona Ayu. 2010. Pengembangan Media Pemantauan Diri (Self Monitoring) dan Kendali Stimulus (Stimulus Control) untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi. Skripsi, Jurusan Bimbingan konseling dan Psikologi Program studi Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Triyono, M.Pd. (II) Drs. H. Widada, M.Si.

 

Kata Kunci: Pemantauan Diri, Kendali stimulus,Keterampilan Komunikasi

 

Pengembangan media ini bertujuan untuk menghasilkan produk media self monitoring dan stimulus control teknik yang dapat meningkatkan keterampilan komunikasi. Self monitoring pengukuran terhadap tingkah laku yang dilakukan dalam berbagai situasi (Nelson Golstein:1980). Stimulus control cara-cara mengurangi stimulus yang berhubungan dengan perilaku yang tidak dikehendaki dan secara simultan meningkatkan anteseden cues yang berhubungan dengan perilaku yang diharapkan (Thoresen dan Mahoney dalam cormier dan cormier, 1985). Keterampilan komunikasi adalah hubungan antar dan antar manusia baik individu maupun kelompok (widjaja, 1986).

Media ini berisi lima menu utama yaitu profil, petunjuk penggunaan, pendahuluan, konten dan kuis. Di dalam materi terdapat (3) menu materi antara lain: latar belakang/contoh komunikasi (berbentuk gambar), kajian teori keterampilan komunikas, contoh pembelajaran self monitoring dan stimulus control untuk meningkatkan keterampilan komunikasi. 

Pengembangan media ini mengikuti tahapan pengembangan dari metode Borg and Gall (1983). Tahapan ini meliputi: 1) melakukan penilaian kebutuhan (need assessment), 2) analisis data dan penetapan prioritas kebutuhan, 3) merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus, 4) menyusun isi materi, 5) penilaian produk oleh uji ahli, 6) revisi produk dari uji ahli, 7) hasil revisi produk, 8) diskusi calon pengguna produk, 9) revisi produk dari calon pengguna, 10) produk akhir.

Untuk mengetahui media yang berterima secara teoritik maupun praktis, dilakukan uji kelayakan produk pada ahli media, ahli materi dan audiens. Adapun hasil pengisian angket kemudian dianalisis menggunakan deskriptif persentase.

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa tingkat kelayakan/kesesuaian multimedia interaktif dengan topik keterampilan komunikasi menurut ahli media adalah sesuai (2,78%), menurut ahli materi adalah sesuai (2,78%) dan hasil uji audiens/kelompok kecil tingkat kevalidannya adalah sangat sesuai (3,33%).

Secara keseluruhan media layanan tersebut dapat digunkan dalam pemberian materi di dalam kelas.   Saran yang diberikan dalam hal ini adalah 1) media ini hendaknya digunakan oleh guru BK dalam pemberian layanan informasi keterampilan komunikasi, 2) terhadap peneliti selanjutnya agar multimedia ini diteliti lebih lanjut hasil pengembanganya dengan melakukan penelitian eksperimen ataupun penelitian tindakan (action research) dalam bimbingan.