SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kohesivitas Dan Tekanan Kelompok Pada Remaja (Studi Interaksionisme Simbolik Pada Pelaku Merokok Bareng Siswa SMK)

Ika Fembriati

Abstrak


ABSTRAK

 

Fembriati, Ika. 2010. Kohesivitas Dan Tekanan Kelompok Pada Remaja (Studi Interaksionisme Simbolik Pada Pelaku Merokok Bareng Siswa SMK). Skripsi. Bimbingan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Andi Mappiare A.T, M.Pd; (2)  Dr. M. Ramli, M.A

 

Kata Kunci: Kohesivitas Kelompok, Variasi Pertimbangan Keputusan Kelompok, Tekanan Kelompok

 

Kelompok sebaya (peer group) dalam pergaulan remaja sehari-hari, dapat mempengaruhi perilaku anggota-anggota kelompoknya. Atas dasar tersebut, peneliti membuat rumusan masalah yang bertujuan untuk mengetahui: (1) apa bentuk-bentuk tekanan kelompok yang diterima oleh remaja, (2) bagaimana variasi pengambilan keputusan dalam tekanan kelompok para remaja, dan (3) bagaimana deskripsi kohesivitas kelompok remaja, sebagaimana tampak pada interaksi anggota-anggotanya?

Penelitian dilakukan di salah satu SMK di Nganjuk. Fokusnya pada subyek remaja akhir berusia 16 tahun. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian kualitatif jenis interaksionisme simbolik.

Hasil penelitian ini adalah: (1) Di dalam interaksi subyek dan teman-temannya terdapat penerapan tekanan kelompok dalam bentuk tekanan positif dan bentuk tekanan negatif, (2) Variasi pengambilan keputusan dalam tekanan kelompok ditunjukkan dengan subyek menerima dengan sukarela ajakan teman-temannya, menolak dengan keras ajakan teman-temannya serta menolak pada awalnya tetapi menerima pada akhirnya tuntutan teman-teman subyek, (3) Kohesivitas kelompok antara subyek dengan teman-temannya ditunjukkan dengan adanya ikatan persaudaraan antara subyek dengan teman-temannya, perasaan saling diterima dan disukai, perasaan nyaman dan mendapatkan pengetahuan tentang hal-hal di sekitar yang belum diketahui subyek sehingga membuat subyek cenderung untuk bertahan dalam kelompoknya.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, disarankan kepada konselor untuk memberikan tindak lanjut  melalui pengembangan program-program bimbingan dengan mengadakan latihan-latihan tentang cara mengembangkan keterampilan dalam hubungan dengan teman sebaya. Bagi orang tua, diharapkan untuk lebih mengawasi anak-anaknya dalam hal akademik maupun pergaulannya.