SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keefektifan Konseling Realitas Dengan Menggunakan Teknik Metafora Untuk Meningkatkan Perilaku 3R (Right, Responsibility, Reality) Pada Siswa Korban Bullying.

Hidayati Puja Utami

Abstrak


RINGKASAN

Utami, Hidayati Puja. 2019. Keefektifan Konseling Realitas Dengan Menggunakan Teknik Metafora Untuk Meningkatkan Perilaku 3R (Right, Responsibility, Reality) Pada Siswa Korban Bullying. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Triyono, M. Pd, (II) Dr. Hj. Muslihati, S. Ag, M.Pd

Kata kunci: Konseling realitas, Teknik Metafora, 3R (right, responsibility, reality), siswa korban bullying

Bullying merupakan tindak kekerasan fisik, verbal maupun psikologis yang dilakukan oleh siswa secara berulang kali kepada siswa lain yang tidak berdaya. Bentuk bullying verbal yang terjadi di lingkungan sekolah juga mampu berdampak negatif bagi korban, mereka menjadi sangat tertutup dan susah untuk diajak bekerjasama dalam sebuah kelompok belajar. Hal tersebut sangat merugikan diri siswa sebagai korban bullying karena susah bergaul dalam kelompok. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk membantu siswa korban bullying yaitu konseling realitas dengan menggunakan teknik metafora.  Dengan menggunakan teknik metafora dapat merangsang imajinasi sehingga akan mendorong pencarian makna-makna serta mengembangkan keterampilan pemecahan masalah. Konseling realitas membantu dalam pencapaian identitas sukses. Hal ini terikat pada konsep 3R, yaitu keadaan dimana individu dapat menerima kondisi yang dihadapinya, dicapainya dengan doing, thinking, feeling, dan menunjukkan respon-respon fisiologis secara bertanggungjawab (responsibility), sesuai realita (reality), dan benar (right). Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan konseling realitas dengan menggunakan teknik metafora untuk meningkatkan perilaku 3R pada siswa korban bullying.

            Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan desain Single Subject Design dengan model A-B-A’. Penelitian ini diawali dengan kegiatan pra konseling pada fase A, yaitu pengerjaan skala perilaku 3R dan observasi perilaku sebelum pemberian treatment berupa konseling realitas. Pada kegiatan konseling fase B, siswa diberikan treatment berupa konseling realitas untuk meningkatkan perilaku 3R. Terakhir, pada fase A’ siswa kembali mengerjakan skala perilaku 3R dan juga di observasi perilakunya setelah pemberian treatment.  Instrumen pengumpul data yang digunakan yaitu skala perilaku 3R, panduan konseling dan pedoman observasi.

Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan tingkat perilaku 3R siswa korban bullying setelah dilakukan konseling realitas. Subjek NA mengalami peningkatan sebesar 81,2 % dan subjek MFY sebesar 78,0 %. Hasil perolehan skor inventori perilaku 3R masing-masing subjek mengalami peningkatan dari fase A ke fase A’. Subjek NA memperoleh skor 65 (rendah) menjadi 125 (tinggi) dan subjek MFY memperoleh skor 60 (rendah) menjadi 118 (tinggi). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konseling realitas dengan menggunakan teknik metafora efektif untuk meningkatkan perilaku 3R pada siswa korban bullying.

 

Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa konseling realitas dengan menggunakan teknik metafora efektif untuk meningkatkan perilaku 3R pada siswa korban bullying di MAN 3 Jember. Peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian tentang konseling realitas dengan menggunakan teknik metafora maupun siswa korban bullying dapat membuat pedoman observasi dengan deskripsi perilaku target yang lebih observable.