SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kontribusi Konformitas dan Self-esteem terhadap Agresi Siswa Kelas X di SMKN 5 Malang. Jurusan Bimbingan dan Konseling

Fajar Wahyu Prasetyo

Abstrak


RINGKASAN

 

Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap agresi diantaranya konformitas dan self-esteem. Konformitas mempunyai hubungan positif dengan agresi. Sedangkan self-esteem mempunyai hubungan yang negatif terhadap agresi. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi efektif dan relatif variabel konformitas dan variabel self-esteem terhadap variabel agresi.

Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksplanasi. Populasi penelitian adalah siswa kelas X di SMKN 5 Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dengan jumlah sampel 269 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala konformitas, self-esteem dan agresi. Setelahdilakukan uji validitasdihasilkan skala konformitas sebanyak 20 item, skala self-esteem sebanyak 30 item dan skala agresi sebanyak 25 item. Uji reliabilitas skala konformitas menunjukkan kategori cukup, sementara skala self-esteem dan skala agresi menunjukkan kategori tinggi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk menganalisis sebaran variabel dan teknik analisis regresi linier berganda untuk melihat pengaruh antar variabel.

Hasil penelitian menunjukkan (1) 85% siswa kelas X di SMKN 5 Malang memiliki konformitas pada kategori sedang, (2)  74% siswa memiliki self-esteem pada kategori tinggi,dan (3)76% siswa memiliki agresi pada kategori sedang. (4) kontribusi konformitas terhadap agresi sebesar 3%,dan (5)kontribusi self-esteemterhdap agresi sebesar 10,6%. (6) kontribusi konformitas dan self-esteem terhadap agresi sebesar 13,6% yang menunjukkan sangat sedikit kontribusinya terhadap agresi.

Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar (1) siswa SMKN 5 Malang bisa lebih selektif dalam memilih teman bergaul, mempertahankan sebagai pribadi yang mau terbuka terhadap kritik dan saran serta mampu menjadi pribadi yang tidak mudah terprovokasi(2) konselor sekolahdiharapkan dapat memberikan layanan dalam aspek sosial dan kematangan emosional serta layanan dalam bidang bidang pribadi(3)peneliti selanjutnya diharapkan lebih memperluas ruang lingkup penelitianseperti pola asuh orang tua, krisis identitas, dan dukungan sosial.