SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Konten Media Bergambar untuk Layanan Informasi Bahaya Free Sex dan Penyakit Menular Seksual (PMS) di Sekolah Menengah Pertama

Athik Hidayatul Ummah

Abstrak


ABSTRAK

 

Ummah, Athik Hidayatul. 2010. Pengembangan Konten Media Bergambar untuk Layanan Informasi Bahaya Free Sex dan Penyakit Menular Seksual (PMS) di Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare AT., M.Pd (II) Dr. Nur Hidayah, M.Pd.

 

Kata Kunci : layanan informasi, konten media, media bergambar, free sex, PMS

 

Penelitian pengembangan konten media bergambar untuk layanan informasi bahaya free sex dan PMS di SMP ini dilatarbelakangi karena belum adanya media yang efektif dan menarik untuk dapat digunakan dalam memberikan informasi bahaya free sex dan PMS. Topik ini perlu diangkat karena banyaknya kasus free sex dan bahaya yang diakibatkan sangat mengerikan, sehingga media ini sebagai upaya preventif terhadap free sex. Strategi ceramah, menasehati tidak lagi efektif dan kurang mengena, sehingga dibutuhkan media yang menarik agar siswa tertarik untuk mengetahuinya kemudian mereka tidak akan melakukan hal-hal yang mengarah pada pergaulan bebas. Tujuan dari penelitian pengembangan ini ialah (1) diperoleh karakteristik konten yang layak digunakan untuk layanan informasi bahaya free sex dan PMS di SMP, (2) diperoleh karakteristik media bergambar yang layak digunakan untuk layanan informasi bahaya free sex dan PMS di SMP, (3) diperoleh deskripsi penilaian ahli dan calon pengguna mengenai kemanfaatan konten dan media bergambar yang layak digunakan untuk layanan informasi bahaya free sex dan PMS di SMP.

Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1983) melalui studi lapangan/need assessment, pengembangan produk, menguji produk dengan ahli konten dan ahli media, merevisi, menguji kepada calon pengguna produk (4 siswa), merevisi produk tersebut sehingga dihasilkan produk yang sesuai dengan tujuan pengembangan. Produk yang berhasil dikembangkan yakni konten media bergambar dalam bentuk buku yang sudah diuji kelayakannya.

Berdasarkan penilaian ahli konten dan media, pengembangan konten media bergambar ini sudah layak digunakan. Dilihat dari aspek kegunaan, kemudahan, ketepatan dan kemenarikan. Harapan ke depan, pengembangan konten media bergambar ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh berbagai pihak, seperti: konselor, guru, orang tua, masyarakat dan pengambil kebijakan sebagai media informasi penting yang perlu disampaikan kepada remaja.

Saran yang diberikan adalah : bagi peneliti selanjutnya, apabila berminat dapat melakukan replikasi penelitian lanjutan dengan memodifikasi sasaran yang lebih luas, menambah topik lain yang berkaitan sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan melakukan uji efektivitas terhadap pengembangan media ini.