SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perencanaan Masa Depan Para Remaja di Desa X di Tulungagung (Sebuah Penelitian Fenomenologis atas Pelaku Pesta Ulur- Ulur)

Rimawati .

Abstrak


ABSTRAK

 

Rimawati . 2010. Perencanaan Masa Depan Para Remaja di Desa X di Tulungagung (Sebuah Penelitian Fenomenologis atas Pelaku Pesta Ulur-Ulur). Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare AT, M.Pd, (II) Dr. Nur Hidayah, M.Pd.

 

Kata Kunci: Perencanaan Masa Depan, Remaja, dan Fenomenologis.

 

Berdasarkan hasil observasi awal diketahui bahwa para remaja di desa X di Tulungagung, rata-rata pendidikannya sampai tingkat Sekolah Menengah Pertama, padahal dari segi ekonomi penduduk desa itu tergolong mampu. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan pemahaman subyek mengenai masa depan, mendeskripsikan pemahaman subyek mengenai pendidikan, dan mendeskripsikan pemahaman subyek mengenai pekerjaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian fenomenologis dengan menggunakan pendekatan kualitatif.

Subyek penelitian ini adalah seorang remaja kelas IX SMP yang sudah tidak mau melanjutkan ke SMA dan mempunyai kebiasaan minum-minuman keras. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara kepada subyek dan sumber lain yang berkaitan dengan subyek sejumlah empat subyek.

Hasil analisis data dapat diketahui bahwa pemahaman subyek mengenai masa depan adalah subyek memiliki pemahaman bahwa masa depan sudah ada yang mengatur, merencanakan masa depan adalah sia-sia, dan masa muda dianggap sebagai masa untuk bersenang-senang. Pemahaman subyek mengenai pendidikan terdiri dari empat hal yaitu subyek memiliki kecenderungan untuk bebas dari pada terikat maksudnya subyek menganggap bahwa bersekolah hanya dituntut untut mematuhi sejumlah peraturan yang ada, sehingga subyek tidak ingin melanjutkan sekolah supaya subyek memiliki kebebasan, pendidikan dianggap sia-sia sebab subyek tidak mampu bersaing dengan orang-orang yang memiliki akses luas, subyek tidak mencontoh keberhasilan orang lain, dan kepuasan subyek sangat rendah. Sedangkan pemahaman subyek mengenai pekerjaan yaitu terjadilah upaya pembenaran dari kebenaran yang tidak bisa dirubah (Distorsi Visi Realitas), dan kebenaran subyek hanyalah semu.

Temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Subyek adalah orang yang memiliki karakter kepribadian pasif dan pasrah. (2) Subyek menginginkan suatu kebebasan dari peraturan-peraturan yang mengikatnya, sehingga terjadilah tarik menarik antara security and freedom hal ini karena subyek menganggap bahwa sekolah hanya dituntut untuk mematuhi sejumlah peraturan yang ada. (3) Adanya kebutuhan akan keterkaitan atau relatedness yang sangat kuat dalam diri subyek, sehingga subyek selalu ingin sama dengan orang-orang disekitarnya termasuk dalam hal pekerjaan.

Saran dalam penelitian ini untuk konselor dan para peneliti selanjutnya. Kepada konselor diharapkan dapat memberikan tindak lanjut melalui pengembangan program bimbingan preventif. Bagi peneliti lain, dapat dijadikan sebagai bahan pustaka untuk penelitian yang selanjutnya tentang perencanaan masa depan remaja dengan subyek yang berbeda.